Adeline dan Arie: Saat Yoga Bersenyawa dengan BeastMOV

Komunitas Yoga Gembira di latihan terakhirnya pada tahun 2017 akan menghadirkan dua instruktur yang berlatarbelakang berbeda. Dari yoga, hadir Adeline Windy. Sementara itu, Arie Qulite (AQ) akan hadir dengan menampilkan elemen BeastMOV. Untuk lebih mengenal keduanya, berikut sekilas tentang perjalanan Adeline dan Arie.

ADELINE WINDY melihat yoga pertama kali sebagai salah satu bentuk terapi untuk membantu menyembuhkan sakit di punggung bawah ( low back pain). “Setelah melakukan terapi lain, saya merasa paling cocok dengan Yoga. Selain membantu pemulihan tubuh fisik, Yoga juga menyentuh hal-hal di luar aspek fisik,” tutur penyuka musik, buku dan jalan kaki ini.

Tahun 2008 adalah tahun saat ia pertama kali masuk ke dalam kelas yoga. Saat itu kelas yang diikuti adalah kelas Gentle Yoga di sebuah gym. Dari situ, ia merasaka sakit pada bagian lower back/ punggung bagian bawahnya berkurang.

Adel, begitu ia biasa disapa, kemudian belajar yoga lebih dalam. Ia pun mulai belajar banyak metode yoga, dari Hatha Yoga, Vinyasa Yoga, Yin Yoga, Meditasi, dan sebagainya. Ia sendiri tidak membatasi jenis yoga yang dipelajari karena menurutnya hampir semua jenis ia suka dan tidak fanatik pada satu jenis saja. “Saya tidak memilih aliran tertentu dan melatih itu saja. Saya sesuaikan dengan kebutuhan tubuh saat ingin berlatih,” ucap praktisi yoga yang berlatih dua kali sepekan dengan durasi 45-60 menit ini.

Cara pandang egalitariannya itu juga jelas dalam cara pandangnya pada asana yoga. Baginya, semua asana yoga sama saja. “Sama sulitnya!” seloroh pengajar yoga di Kalyana Yoga Studio dan kelas privat.

Dari perjalanan tersebut ia juga mengingat semua gurunya. Dan mereka masing-masing memberikan inspirasi tersendiri padanya. Dari belajar pada mereka, Adel kemudian menemukan gaya mengajarnya sendiri yang khas, yang ia gambarkan sebagai “loud and clear instructions, dan tegas.”

Ditanya perihal bayangannya mengenai sosok guru yoga yang paling ideal, Adel menjawab,”Tergantung bagaimana muridnya melihat. Tidak ada guru apapun / siapapun yang ideal di mata semua murid.”

Dalam perjalanan yoganya, Adel kemudian menemukan tujuan paling utamanya dalam beryoga. “Awalnya saya berlatih untuk mengurangi sakit pada tubuh, tapi tujuan berlatih pun lama-lama bergeser. Dari sekedar mendapatkan kenyamanan pada tubuh sampai membantu mengelola diri secara emosi,” ujar Adel yang juga tampil sebagai pembawa acara dalam Peace of Mind di DAAI TV.

Adel meyakini bahwa yoga tidak cuma terbatas pada asana. Ia juga berupaya mengintegrasikan yoga dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan 8 limbs dalam kehidupan sehari-hari.

Yang menurut Adel paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga ialah prinsip non competitive. “Aspek yang hampir sulit diterapkan di kota metropolitan seperti Jakarta. Hahaha!” jawabnya apa adanya.

Fokus yang ia miliki dalam mempelajari dan mempraktikkan yoga pada tiap latihan yang ia lakukan ialah bagaimana mengatur pernapasan agar lebih tenang sepanjang kelas.

ARIE QULITE memiliki pengalaman mengajar yang terbilang panjang. Pengalamannya membentang selama 12 tahun ke belakang dalam mengajar seni beladiri untuk kebugaran. Ia sudah memulai perjalanannya sebagai praktisi kebugaran semenjak duduk di bangku SMP. “Saat itu saya mengajar untuk junior saya di Karate Kyokushin, selanjutnya saya mendalami beberapa beladiri mulai dari taekwondo, wushu, capoeira dan parkour.”

Peran komunitas dalam mematangkan skills Arie di bidangnya tidak bisa disepelekan. “Saat aktif dalam di komunitas Parkour Jakarta, saya yang saat itu menjabat sebagai Ketua Parkour Jakarta berperan menyusun materi, memimpin latihan dan tim dalam setiap sesinya,” ungkap penggemar olahraga menantang dan bertualang tersebut. Selanjutnya di dunia fitness ia juga berpengalaman dalam bootcamp exercise dan melatih di beberapa tempat seperti Elite Rasuna, Spartan Pluit. Junior Manager and Coach Ubiifit Pondok Jakarta dan sekarang Fitness Manager and coach di Strongholdz Jakarta.”

Selain mengaplikasikan gerakan BeastMOV di setiap latihan fitness yang ia lakukan, beberapa waktu lalu pria kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1986 ini juga mengisi dalam acara Road to Namaste dan Namaste 2017.

Untuk menggambarkan BeastMOV (mobilization with naturally beast movement and flowing in motion), lulusan jurusan Teknologi Informasi Bina Nusantara University menyatakan bahwa metode ini ialah pelatihan fisik yang memaksimalkan mobilisasi, melibatkan integrasi beragam gerakan, fungsi serta biomekanik kinetik pada keempat anggota gerak manusia.

Kini Arie menjabat sebagai manajer kebugaran dan pelatih Strongholz Gym di Jakarta sejak September 2017. (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *