Adhie Zhou: Suka Yoga yang Tidak Banyak Asana ‘Ajaib’

Bermula dari melihat beberapa foto dengan pemandangan yang bagus dan pose tidak biasa, Adhie Zhou mulai mencari dan mengikuti beberapa gerakan peregangan (streching) dari YouTube . Tujuannya semula hanya ingin bisa berfoto seperti yang ia idamkan, karena ia juga mempunyai hobi fotografi dan jalan-jalan luar ruang, menjelajahi keindahan alam.

Adhie tidak hanya berhenti belajar gerakan-gerakan yoga dari YouTube. “Saya mulai rutin berlatih pertengahan Oktober 2015 dan mengikuti beberapa kelas dan komunitas yoga di Jakarta,” terang pria yang baru saja lulus pelatihan mengajar yoga di Cibubur Yoga Center (CYC) ini pada YogaGembira.com.

Tujuan Adhie beryoga pun berubah perlahan-lahan. Ia yang semula belajar yoga untuk memuaskan hobi fotografinya, makin lama banyak merasakan manfaat dari beryoga.

Adhie mengakui dirinya makin lama makin menikmati latihan yoga karena satu alasan. “Saya jadi tidak pernah lagi berkunjung ke tempat massage karena dulu sering melakukan duduk selama berjam-jam di depan laptop,” ujar pria yang memiliki Martin Elianto dan Kino MacGregor sebagai panutan dalam beryoga ini.

Baginya, guru yoga yang baik mestinya mampu menjadi sosok yang menginspirasi orang lain dengan bersikap terbuka mengenai latihannya. Ia tidak cuma pandai berkata panjang lebar soal teori. Itu karena Adhie yakin bahwa dengan membagikan kemajuan latihan pribadi yoga asananya, seorang guru dapat mendorong muridnya untuk terus berlatih dan tidak berputus asa.

Sesuai dengan preferensi jenis yoganya yang lebih cenderung ke arah vinyasa flow, gaya mengajar Adhie berkonsentrasi pada aspek kekuatan dan kelenturan tubuh. Meskipun di media sosialnya ia kerap memeragakan asana yang membuat audiens berdecak kagum, ia mengatakan lebih suka vinyasa flow yang “tidak banyak melibatkan asana-asana ‘ajaib’ tetapi membangun kekuatan setiap bagian tubuh atas dan bawah serta merasakan peregangan yang membuat otot/ sendi sendi aktif kembali”. Ia yakin bahwa asana-asana ‘ajaib’ itu akan dengan sendirinya  bisa dilakukan ketika kita telah menjalani latihan peregangan yang maksimal, jelas praktisi yang berlatih yoga hampir setiap hari ini.

Ada alasan mengapa kali ini Adhie memilih backbend sebagai fokus kelasnya di Komunitas Yoga Gembira. “Saya lebih suka backbend karena membuat tubuh saya lebih berenergi.”

Di sisi lain, ia tidak suka asana-asana yang bersifat hip-opening atau membuka sendi pinggul terlalu dalam. Itu karena paha dalam bagian kanan Adhie pernah mengalami cedera akibat melakukan pose sebelum melakukan pemanasan yang cukup.

Saat ditanya bagaimana yoga ia integrasikan dalam kehidupan sehari-hari, Adhie yang kini sibuk mengajar kelas-kelas yoga privat ini menjawab:”Yoga mengajarkan saya keseimbangan dalam bersikap maupun menghadapi masalah.”

Sebagai praktisi yoga yang tergolong baru, ia juga banyak mengamati perkembangan di dunia yoga saat ini di tanah air. Menurutnya, perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal itu tecermin dari kenyataan bahwa jumlah guru yoga yang dulunya masih sedikit, sekarang sudah tersebar di mana mana. (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *