Adjie Silarus Ajak Kita Offline Sejenak dari Hingar Bingar Dunia Maya

IMG-20140420-WA038Tantangan dewasa ini adalah keberadaan teknologi dan sosial media yang membuat kita kian jauh dari orang terdekat maupun dari diri kita sendiri. “Kadang saat berada di kemacetan, dalam angkutan umum, kita sendirian dan memilih untuk mengambil ponsel dan browsing, mengecek update status terbaru di sosial media.” Kata Meditator, Adjie Silarus. 

Padahal pada masa seperti itu, kita bisa ‘me-reward’ diri kita dengan keheningan, bicara pada diri sendiri, atau sekedar menikmati diam, dalam 2-5 menit. Saat-saat seperti itu dimana kita offline dari dunia sekitar, dunia maya, dan terkoneksi dengan diri sendiri.
“Banyak orang yang salah kaprah bahwa meditasi itu harus duduk diam, padahal sebenarnya mindfulness is state of mind.” Ujar Adjie. Dalam kehidupan modern, kita harus pintar mencari celah waktu dimana kita bisa menikmati waktu hening. Macam dalam kemacetan tadi, atau bahkan dalam keramaian dimana kita hanya sendirian.

“Tantangan manusia modern sekarang, kita menikmati keberadaan sosial media dan arus informasi. Kita terjebak asumsi bahwa kita harus serba tahu, up date, dan tidak menyadari nafas kita” beber Adjie.

Era internet, dimana yang dekat menjadi jauh, dimana prasangka dan rasa marah, emosi terumbar di media sosial mempengaruhi kejiwaan kita. “Ramai sekali, sehingga kita terjebak dan terlepas dari kualitas kita sebagai manusia. Kita menjadi robot” tandas Adjie.
Maka dia mengajak setiap orang untuk menikmati masa hening, mindfulness, hidup penuh kesadaran. Kita adalah human being, manusia, bukan human doing atau menjadi manusia. Kita tidak perlu terus bergerak, namun menikmati dan menyadari tiap pergerakan kita yang memberi arti bagi kehidupan. (Johana/foto: Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *