Angky: Beryoga dengan Kreatif, Inovatif dan Edukatif

Tahun 2016 pertama kali Angky mengenal Yoga dari teman yang sudah terlebih dahulu belajar. “Dari teman saya ini, saya kemudian terus berlatih bersama hingga akhirnya belajar intense private group dengan seorang guru sampai akhirnya ikut teacher training hingga rutin mengajar sampai menjadi mentor di Indonesia Yoga School,” tutur pemilik akun Instagram @yogabarengangky ini pada YogaGembira.com melalui WhatsApp.

Praktisi yang ingin agar dirinya bisa lebih sehat secara holistik melalui beryoga ini mengatakan tubuhnya terasa lebih bugar dan posternya lebih tegak sejak ia rajin berlatih Yoga. Efeknya pikiran juga menjadi lebih rileks dan tenang.

Banyak belajar dari Koko KAPHA Yoga sebagai guru yang menurutnya paling inspiratif, kini Angky juga terjun sebagai pengajar/ instruktur Yoga. Menurutnya, sosok guru yang baik ialah pribadi yang tidak egois, yakni tidak memaksakan asana yang hanya dia kuasai ke murid-murid sehingga murid-murid lainnya hanya bisa menjadi penonton.

“Selain itu, guru yang selalu memberikan nilai tambah (added value) di setiap pertemuan yang akan menambah pengetahuan murid-muridnya,” terangnya lebih lanjut.

Pengalaman pertama Angky dimulai pada komunitas rutin setiap minggunya dengan jumlah member yang cukup banyak. “Uniknya, saat mengajar pertama kali di studio murid yang datang hanya 1 berlawanan dengan komunitas yang berpuluh-puluh. Hari itu juga ada orang yang datang setelah mereka mengetahui gurunya laki-laki mereka pulang. Tapi, berawal dari 1 orang ini perlahan-lahan di sesi berikutnya kelas mulai ramai hingga mencapai 20 orang lebih,” terangnya.

Dalam mengajar kini Angky menemukan gayanya sendiri. Ia mendeskripsikan gaya mengajarnya sebagai “kreatif, inovatif, dan edukatif”. Ia selalu mempunyai prinsip bahwa di setiap kelas yoga saya harus memberikan value added ke murid sehingga mereka mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru.

Jenis Yoga yang Angky sukai ialah Vinyasa Yoga. Alasannya sendiri ialah karena jenis Yoga tersebut memberikan ruang untuk banyak berimprovisasi dengan berbagai macam asana/ postur dengan tujuan mengeksplorasi kemampuan tubuh.

Sekarang Angky hampir tiap hari berlatih Yoga. “Bentuknya bisa dalam latihan pribadi (self practice) maupun mengajar kelas Yoga. Biasanya di luar jadwal mengajar, saya menyempatkan diri untuk berlatih sendiri selain untuk mengeksplor kemampuan juga untuk menyiapkan sekuen mengajar.”

Dalam berlatih asana, Angky lebih menyukai asana-asana sederhana namun bisa memberikan banyak manfaat dengan memberikan modifikasi sesuai kemampuan tubuh pelakunya.

“Hanya saja saya agak membatasi dalam melakukan asana-asana yang terlalu banyak memberikan beban pada tangan karena saya pernah patah tulang waktu kecil,” jelas Angky.

Di luar mat, Angky yang gemar membaca buku dan menonton video YouTube bertema bisnis mencoba untuk mengintegrasikan Yoga dalam kehidupan sehari-hari dengan selalu menerapkan ‘positive thinking’, lebih sabar, lebih tenang terutama saat mulai emosi dan marah, tidak menyakiti orang lain baik verbal maupun fisik, dan sebagainya.

Yoga mengajarkannya bahwa tidak ada yang mutlak (nothing is absolute). “Tidak ada yang mutlak dalam melakukan asana-asana artinya selalu ada opsi sehingga semua orang bisa tetap beryoga,” terang Angky lebih lanjut.

Di masa pandemi Covid-19, Angky rutin mengajar kelas-kelas Yoga secara virtual dari kantor dan kos. “Untuk saat ini, beberapa kelas virtual juga dilaksanakan baik melalui Zoom maupun Microsoft Teams,” ujarnya.

Sebagai salah satu pelaku Yoga di tanah air, Angky berpendapat bahwa perkembangan Yoga di Indonesia semakin pesat dengan banyaknya inovasi dari masing-masing sekolah Yoga yang berlomba-lomba menghasilkan guru-guru berkualitas.

Nantikan kelas bersama Angky yang bertajuk “Energic and Fun KAPHA Yoga” melalui Instagram Live di akun @yoga_gembira. (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *