ANISA MIRZA: Menyelaraskan Yoga Dengan Kehidupan

Anisa Mirza atau biasa dipanggil Anisa, seorang pengajar Yoga yang mengkombinasikan yoga dengan jazz dance, Beliau telah menekuni dunia Yoga selama lebih dari tiga dekade, mari sama sama kita baca perjalanan beliau selama menekuni Yoga.

Kapan dan bagaimana Anisa bisa mengenal yoga hingga seperti sekarang?

Saya berawal dari guru Aerobic, Dance, dan Pilates saya juga sudah mengajar sejak tahun 1987. Kemudian sekitar tahun 2002 saya tertarik untuk berlatih yoga karena melihat filem India, ada salah satu pemeran wanitanya melakukan yoga dengan pose sederhana akan tetapi sangat indah dan Ia melakukannya di atas bukit dengan panorama yang bagus, hal ini membuat saya ingin mengenal yoga lebih dalam dan saya juga jadi suka filem India. Lalu saya mempelajari yoga melalui buku-buku yang saya beli sendiri atau meminjam dari teman, setelah banyak membaca saya mencari kegiatan yang berhubungan dengan yoga, Saya juga mengikuti berbagai Workshop dan Teacher Training Course (TTC), Saya sebagai pengajar tidak terlalu sulit untuk kembali mengajar yoga seiring berjalannya waktu saya semakin semangat untuk memperdalam yoga kemudian saya bertemu dengan guru – guru yang luar biasa, Pada tahun 2011 saya bertemu dengan mbak Pujiastuti Sindhu dari Yoga Leaf, Bandung dengan mengikuti TTC 200 jam hatha yoga. Dengan selesainya saya dari TTC saya ingin berbagi ilmu pada sesama yang membutuhkan dan mengajar dengan sebaik-baiknya, yoga membuat saya semakin lebih baik serta membuat hidup lebih bermakna.

Apakah tujuan paling utama Anisa dalam melakukan yoga?

Tujuan yoga adalah manusia bisa lebih sehat dan seimbang secara fisik, mental dan moral juga merasakan kebahagiaan. Kini semakin banyak orang yang memberlakukan yoga sebagai kebutuhan utama yang awalnya sebagai gaya hidup saja. Yoga bertujuan untuk lebih memahami pikiran dengan baik, yoga juga bertujuan mendisiplinkan diri untuk menuju perilaku yang lebih baik.

Siapa guru yoga yang paling Anisa ingat dan paling inspiratif sampai sekarang?

Untuk saya pribadi semua guru baik dengan caranya masing-masing. Akan tetapi guru yang paling istimewa adalah Mbak Pujiastuti Sindhu, Beliaulah yang membuat saya menjadi seperti sekarang, Mbak Uji tahu harus bersikap sebagai guru dan Ia adalah sosok figur guru yang bisa diajak komunikasi dengan baik, seorang guru yang bisa memberikan motivasi untuk muridnya.

Manfaat apa yang pertama Anisa rasakan sejak pertama kali mulai beryoga?

Manfaat yang saya rasakan sangat bervariasi dan banyak, yang paling saya rasakan adalah yoga berbeda dengan olah raga yang lain, dalam yoga ada pranayama atau berbagai jenis pernapasan, Yoga juga membuat saya semakin mengenal diri saya yang sebenaranya dan makin mengenal Tuhan, yoga juga semakin meningkatkan kesehatan saya, Yoga membuat saya hijrah karena membuat tubuh saya semakin karena sebelum mengenal yoga saya melakukan aerobic yang membuat otot saya semakin kaku. Yoga juga tidak memompa jantung secara berlebihan, Setelah mengenal yoga lebih dalam saya semakin sabar dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Setelah tubuh semakin lentur dan otot semakin kuat, pikiran tenang jiwa tentram dan damai, Saya yang dulunya sering migren dan vertigo sekarang mulai hilang .

Menurut Anisa, guru yoga yang ideal itu seperti apa?

Menurut saya guru yang ideal adalah yang pandai menguasai kelas, mumpuni, guru yang ideal adalah yang bisa mentransfer ilmunya dgn baik dan mudah untuk dipahami muridnya serta mempunyai wawasan yang luas, keteladanan serta menjadi panutan, Ilmunya tidak pernah habis mengalir sehingga ia terus membagi ilmunya tanpa pamrih, guru ideal akan selalu dirindukan member atau muridnya , guru harus benar-benar memahami profesinya. Dalam pandangan saya guru yang baik tidak akan pernah menyia-nyiakan waktunya dan tidak terjebak pada rutinitas sehingga mengurangi kreatifitas cara mengajarnya, ohya guru juga harus kreatif serta inovatif. Guru yang baik dan ideal adalah yang cerdas secara intelektual, cerdas sosial, cerdas moral dan emosional serta punya keunggulan dalam mengajar. Guru yang ideal bukan hanya mengajar tapi juga belajar dan bisa berkomunikasi dan tidak membosankan, Ia juga selalu menyebarkan energi positif ke sekitarnya, yang terakhir mempunya kharisma sehingga dipercaya oleh muridnya dan memberikan rasa nyaman.

Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anisa sukai? Dan boleh kami tau kenapa?

Jenis yoga sangatlah bervariasi dan semua benar, semua saya suka akan tetapi saya lebih berkonsentrasi pada hatha yoga yang sedang saya jalankan sampai sekarang, karena hatha yoga bisa dilakukan dan diikuti oleh semua usia dan kalangan dan Hatha yoga lebih menekankan pada penyeimbangan antara dua kekuatan yang bertolak belakang pada tubuh, Seperti Matahari dan Bulan, Yin dan Yang, Kiri dan Kanan, tarikan dan hembusan napas, ada sedih ada senang. Hatha Yoga adalah jenis yoga penguasaan tubuh dan napas.

Bagaimana dan sesering apa Anisa melakukan yoga?

Saya melakukan yoga dengan kedisiplinan yang tinggi dengan pose yang sederhana akan tetapi maksimal dalam melakukanya, saya juga selalu mendengarkan suara tubuh. Hatha Yoga menggabungkan pikiran tubuh dan jiwa, bila tidak bisa menyatukan ke tiga unsur ini maka tidak akan maksimal yoga yang kita lakukan. Saya berlatih tiga kali dalam satu minggu, mengajar setiap hari selama dua jam setiap harinya.

Asana apa yang paling Anisa sukai dan tidak di kelas yoga ?

Semua asana saya suka, karena setiap pose mempunyai manfaat yang berbeda, tetapi ada asana yang menjadi favorit saya yaitu Adhomukha Swnasana dan Balancing , Karena setelah melakukan ke dua asana tersebut tubuh saya merasakan nyaman dan semakin bugar.

Bagaimana Anisa mengintegrasikan yoga dalam kehidupan sehari-hari?

Saya mengintegrasikan yoga dengan hidup saya karena yoga mempunya pandangan yang berbeda dengan umum, yoga semakin membuat kita perduli dengan sekitar dan sesama. Dengan pandangan yang sederhana penuh dengan disiplin sesuai dengan filosofinya, yoga bukan hanya pose-pose yang berlebihan sehingga terjadilah kesombongan dalam diri. Apabila kita sudah bisa melaksanakan filosofinya maka bermanfaatlah semuanya.

Bisa diceritakan, apa hobi Anisa di waktu luang selain yoga dan olahraga?

Hobby saya adalah menari atau dance maka dari itu saya variasikan yoga dengan dance tanpa mengurangi arti yoga yang sebenarnya. Saya senang menulis tentang apa saja yangg mengalir dari pena saya.

Teacher Training Course apa saja yang sudah diikuti?

TTC Somvir yoga tradisional, TTC dengan Devi Asmarani : Hubungan Yoga Dengan Otot Tubuh, TTC Iyengar bersama OLOP, TTC Hatha yoga dengan YOGA LEAF Pujiastuti Sindhu, TTC Anatomi.

Bagaimana tanggapan Anisa jika ada orang yang menolak yoga karena dianggap lekat dengan ritual kepercayaan tertentu?

Penolakan adalah hak asasi setiap manusia kita dapat memberikan penjelasan yang bisa dimengerti dan diterima, kita juga dapat memberikan pembuktian bahwa yoga bisa dilakukan untuk semua usia dan kalangan serta punya manfaat yang sangat banyak.

Menurut Anisa, bagaimana perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?

Perkembangan Yoga sangat signifikan, bahkan semua pusat kebugaran terdapat program berbagai jenis Yoga, dan semakin banyak festival yoga di seluruh Indonesia. Yoga makin disadari bukan hanya sebagai gaya hidup tapi lebih pada kebutuhan, sebenarnya yoga sudah ada sejak tahun 1990an. Akan tetapi mulai merebak di Indonesia pada tahun 2010an. Karena sekarang banyak orang yang semakin menyadari arti kesehatan lahir dan batin.

Anisa, ceritakan dong mengenai pengalaman pertama mengajar anda..

Pengalaman saya, Pertama kali saya terapkan dalam diri bahwa saya sedang berbagi dengan teman-teman dan yang paling penting saya harus menguasai materi yang akan saya bagikan bersama. Yang membuat saya terharu adalah para member sangat antusias, Hal ini yang membuat saya semakin termotivasi untuk menjadi guru yang lebih baik.

Apa yang menurut Anisa paling menarik dari aspek filosofi atau non-asana dalam yoga?

Filosofi adalah dasar dari yoga, namun sangat disayangkan para guru dan para peyoga saat ini hanya mementingkan asana saja, sehingga mangabaikan arti dari filosofi yoga tersebut. Yama dan Niyama tidak pernah diterapkan dalam beryoga, bila sudah memahami hal tersebut maka anda akan menjadi yogi yang sejati.

Bagaimana Anisa menggambarkan gaya mengajar Anisa sendiri? 

Gaya mengajar saya biasa saja yang penting adalah menguasai materi yangg akan diajarkan tentunya, membuat rangkaian yang tidak membosankan sehingga membuat semangat para peserta mengoreksi member pada setiap pose, aktif dan tidak monoton, kemudian memberikan aba-aba yang lembut namun tegas serta memberikan rangkaian yang bermanfaat.

Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anisa?

Aspek yoga yang sangat menarik adalah bisa memenuhi kebutuhan kesehatan lahir dan batin keseimbangan dan semakin terfokus.

Di mana dan kapan Anda rutin mengajar yoga?

Saya rutin mengajar di dua studio saya yaitu LA CITRA studio di jalan Gedung hijau Raya 26 Pondok Indah dan di Jalan Cipete Raya 64 Fatmawati, saya memberikan private di beberapa tempat sekitar Jakarta Selatan, juga mengadakan TTC yoga 100 jam secara private.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *