Anita: Berkat Yoga, Olahraga Tanpa Nyeri di Dada

Seperti kebanyakan orang, Anita tidak suka berolahraga. “Dada saya terasa nyeri setiap berolahraga,” ujarnya pada Yogagembira.com lewat sebuah wawancara via surel baru-baru ini. Maka dari itu, ia pun menghindari olahraga meskipun tahu manfaatnya untuk kesehatan.

Tetapi semua berubah begitu ia mengenal yoga sejak bulan September 2016. “Waktu itu saya diajak teman untuk ikut ke kelas yoga di Cibinong. Awalnya coba-coba saja,” ungkap perempuan yang kini menjadi pengajar yoga tetap di sebuah sanggar dan beberapa kelas privat di kawasan Cibinong.

Setelah beryoga, ia tidak merasakan adanya sensasi nyeri di dada sebagaimana yang ia rasakan saat melakukan olahraga lainnya sehingga ia memutuskan untuk meneruskan berlatih yoga sampai saat ini.

Selain agar tubuh tetap sehat, Anita beryoga dengan tujuan untuk menjaga pikiran tetap positif. “Dan kalau bisa berbagi pengalaman serta keseruan bersama teman-teman yang lain itu akan lebih bagus.”

Di samping itu, hal yang paling menarik yang terjadi padanya setelah rutin berlatih yoga adalah manfaat penyembuhan yoga. “I can heal myself”, tukasnya. “Tanpa saya sadari saya bisa menyembuhkan dan menghilangkan trauma saya yang selalu membatasi saya untuk melakukan sesuatu. Dan saya lebih menyadari bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan bisa membawa pengaruh dan dampak yang besar untuk kehidupan kita dan orang lain.”

Pengajar yang menggambarkan kelasnya sebagai “simple, slow and fun” ini memiliki Christian Setiadharma sebagai sumber inspirasi. “Sejak awal saya beryoga dan ketemu beliau di kelasnya, beliau sabar dan detail menemani kami semua berlatih. Tidak ‘pelit’ ilmu dan teknik mengajarnya yang kadang out of the box bikin kami bisa lebih mengeksplor kemampuan tubuh masing-masing.”

Dengan belajar terus, Anita ingin menjadi seorang instruktur yoga yang “mengerti kebutuhan dan kemampuan tubuh member-nya, bisa membawa member-nya mengenali tubuh dan mengendalikan egonya masing-masing, serta tidak hanya pandai mengajarkan asana tapi juga mengajarkan filosofi hidup melalui yoga”, terangnya.

Anita yang mengaku berusaha berlatih saban hari ini sendiri cenderung banyak berlatih Hatha Yoga, yang berguna untuk membangun kesadaran/awareness, belajar mengenai alignment yang benar dan menyelaraskan nafas dengan tubuh kita sehingga kita tidak menyakiti tubuh kita sendiri. Untuk saat ini, penyuka asana jenis backbending lebih banyak berlatih dengan teman-teman dan guru yang lebih berpengalaman agar bisa terus memperkaya ilmu.

Perempuan yang juga suka menonton film dan melancong ini mencoba mengintegrasikan yoga dalam kehidupan sehari-hari dengan sabar mencoba dan terus belajar melakukan asana dengan benar. “Dalam kehidupan sehari-hari pun saya jadi lebih bisa untuk accept, release and let it go. Jadi pribadi yang insyaAllah lebih ikhlas menjalankan kehidupan.”

Menurutnya, kini yoga sudah mulai dikenal dan dilakukan oleh seluruh kalangan tidak hanya oleh mereka yang tinggal di kota besar tapi juga sampai ke daerah. “Paradigma yang mengatakan yoga adalah olahraga mahal dan hanya untuk kalangan berada sudah mulai luntur. Karena pada kenyataannya siapa pun bisa ikut berlatih yoga.”

Selain aspek asana, Anita tertarik dengan nilai ahimsa dalam filosofi yoga yang mendorongnya belajar untuk tidak menyakiti diri sendiri. Ia meyakini bahwa dengan menekan ego dan respek kepada kemampuan tubuh, kita akan menjadi respek terhadap orang-orang dan lingkungan sekitar. Tidak menyakiti orang lain. Seandainya semua orang berpikiran demikian, maka akan damai kehidupan di bumi ini, tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *