Ata Ariana Temukan Kesadaran dalam Hidup dengan Yoga

MENGENAL yoga sejak tahun 2012 di sebuah pusat kebugaran modern di ibukota, Hastari Ariana atau yang dikenal dengan Ata ini hingga kini tidak terlepas dari olah tubuh dan jiwa yang berasal dari tanah Hindustan tersebut. Manfaat yang ia rasakan lebih dari sekadar tubuh yang lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan sehari-hari tetapi juga kesehatan yang lebih terjaga dengan baik. Ia juga menganggap yoga membantu dirinya berkonsentrasi.

Sebagai pelaku yoga yang terus belajar, perempuan yang mengidolakan Deera Dewi ini menyebutkan kriteria guru yoga yang ia anggap bisa dijadikan panutan. “Guru yang bisa membantu murid untuk masuk ke pose-pose yoga dengan benar dan aman serta memberi contoh baik dalam kehidupan sehari-hari juga,” tukas pengajar yang akan membawakan kelas Hip Opener di Yoga Gembira ini.

Berlatih yoga asana secara rutin juga sudah menjadi komitmen utamanya sekarang. Penekun hatha yoga ini mengatakan dirinya menyukai kelas bergaya hatha dengan alasan bisa berfokus pada alignment dan keamanan dalam berlatih.

Mengetahui bahwa berlatih setiap hari di tengah padatnya aktivitas terbilang hampir mustahil, Ata mengatakan,”Saya berusaha untuk beryoga seminggu minimal tiga kali agar tubuh tidak terasa kaku.”

Dalam berlatih asana, Ata menemukan kenikmatan dalam gerakan-dan postur yang berjenis arm balance. “Karena menguatkan otot perut,” terangnya.

Di sisi lain, ia mengaku bahwa dirinya kurang menyukai gerakan backbend karena “punggungnya kaku”. “Tetapi saya akui memang saya masih harus banyak latihan backbend,” komentarnya sambil tersenyum simpul.

Di luar aspek fisik yoga, Ata turut meleburkan nilai dan ajaran yoga ke dalam kehidupannya. Bagaimana caranya? “Dengan berpikir lebih banyak soal apa yang kita ucapkan dan lakukan. Lebih aware dengan kondisi di sekitar kita dan pada tubuh kita,” wanita penggemar liburan dan menonton film ini menjelaskan pada YogaGembira.com. Awareness pada tubuh dan sekitar, bagaimana manusia harus hidup selaras dengan lingkungan dan tidak menyebabkan kerusakan merupakan hal-hal yang menarik perhatiannya dalam yoga.

Dengan pesatnya perkembangan yoga sekarang ini sehingga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, Ata ikut tertarik untuk membagikan pengalaman dan pengetahuannya sebagai yogini pada orang lain. Ia mengenang pengalamannya mengajar pertama kali,”Saat pertama mengajar saya merasa gugup karena saya tidak biasa berada di depan panggung dan bicara.” (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *