Bayu Weda Suputra: Kuat Lari Berkat Yoga

Masih segar dalam ingatan Bayu Weda Suputra saat pertama kali latihan yoga di bulan Juli 2015 di sebuah pusat kebugaran di ibukota. “(Sebenarnya saya) sudah familiar dengan olahraga ini sejak lama dari cerita pengalaman seorang teman kantor. Sejak pertama kali latihan di pusat kebugaran tersebut, saya memang lebih fokus ke latihan beban dan tidak pernah mengikuti kelas apapun,” kenangnya. Berawal dari penasaran dan iseng, ia mencoba datang ke kelas yoga berikutnya dan ternyata sangat menikmatinya. Keesokan harinya, ia datang lagi ke dua kelas sekaligus secara berurutan.

Bersama Komunitas Yoga Gembira, Bayu yang akan berbagi dalam kelasnya yang bertema “Wake Up, Core!” ini membagikan pengalaman dan opininya soal yoga. Berikut wawancara dengan Bayu di tengah kesibukannya sebagai profesional muda.

Apakah tujuan paling utama dalam yoga?

Saya berlatih yoga untuk kesehatan tubuh dan pikiran. Dengan berlatih yoga, saya lebih bisa mengenal tubuh saya, lebih bisa menerima apa yang sudah bisa dan belum bisa tubuh saya lakukan.

Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?

Semua guru yang pernah mengajar saya meninggalkan kesan tersendiri bagi saya. Saya sangat berterima kasih atas pengetahuan dan energi positif yang pernah dibagikan kepada saya dan teman-teman. Adapun guru yoga yang berperan besar dalam perjalanan yoga saya adalah Miss Aini Wahab, seorang instruktur yoga. Miss Aini banyak memberikan pengetahuan tentang yoga, mulai dari asana, alignment, teknik adjustment, opsi-opsi asana, dan lain-lain. Dulu, sebagian besar waktu latihan yoga saya, saya habiskan bersama Miss Aini. Setelah latihan, kami sering menghabiskan waktu dengan makan dan berkumpul dengan teman-teman yoga lain.

Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?

Untuk tubuh, tentu saja rasa pegal merata di seluruh bagian tubuh! Bagi orang-orang dengan basic latihan beban seperti saya, datang dan berlatih di kelas yoga merupakan suatu tantangan. Pada latihan beban, rasa pegal hanya dirasakan pada bagian tubuh yang dilatih. Terlebih, berlatih beban tidak disertai dengan latihan pernafasan. Berbeda dengan berlatih beban, latihan yoga menuntut perpaduan antara gerakan seluruh anggota tubuh dan pernafasan sehingga semua otot dapat dilatih.

Manfaat lain (yang sebenarnya di luar dugaan saya) setelah rutin berlatih yoga adalah saya menjadi kuat berlari! Percaya atau tidak, saya pernah kuat berlari sepanjang 8 km tanpa berhenti dalam suatu event lari. Padahal dulu waktu jaman sekolah SMA, ujian lari saja saya harus remidi 2 kali. Itu juga udah cheat sewa taksi di area-area tertentu yang tidak terlihat guru. Jangan ditiru ya! Selidik punya selidik, ternyata it all comes from breath!

Untuk pikiran, saya merasa konsentrasi dan fokus saya meningkat setelah rutin berlatih yoga. Setelah yoga pikiran menjadi lebih segar dan bahagia. Rasanya senang bisa keringetan banyak!

Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?

Guru yoga yang ideal adalah guru yang mengamalkan ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk.

Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?

Saya suka latihan Vinyasa karena memadukan asana dengan nafas merupakan suatu tantangan dan seni tersendiri bagi saya. Konsentrasi dan fokus juga dilatih di sini, tahu kapan harus menarik dan menghembuskan nafas.

Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?

Saat ini saya lebih banyak berlatih Ashtanga secara mandiri, 3-4 kali dalam seminggu. Kadang, saya membuat sequence sesuai dengan tema tertentu lalu menggunakan sequence tersebut untuk latihan. Sesekali saya mengikuti special class dan workshop di studio yoga.

Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?

Asana yang menjadi favorit saya adalah segala asana arm balance dan inversion, sedangkan untuk asana yang paling menantang adalah segala asana backbend terkait dengan kondisi badan saya yang agak kaku di bagian upper back. Sampai saat ini saya masih latihan backbend, berusaha untuk selalu menyisipkan satu atau dua pose backbend di tiap sesi latihan.

Bagaimana yoga Anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?

Banyak nilai-nilai positif di dalam yoga yang sampai saat ini coba saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam yoga kita dituntut jujur dalam berlatih, tidak cheating, berlatih sesuai dengan kemampuan kita. Nilai kejujuran ini coba saya terapkan juga dalam berinteraksi dengan teman-teman.

Yoga mengajarkan kita untuk menerima dan mengenal kondisi tubuh kita, membuat kita memahami dan lebih mencintai tubuh kita. Nilai acceptance (penerimaan) ini juga saya coba terapkan dalam hidup ini, bahwasanya dalam hidup, sebaik apapun kita berencana dan berusaha, akan selalu ada momen-momen saat kita tidak berhasil dan sesuatu tidak berjalan sesuai dengan rencana. Dan tentu saja kita harus bisa menerima hal tersebut. Yang dapat kita lakukan adalah menerima kondisi tersebut, berusaha yang terbaik, dan berdoa kepada Tuhan.

Apa hobi di waktu luang selain yoga dan olahraga?

Saya suka bersantai sambil nonton atau membaca. Saya suka mendengarkan musik dan menyanyi ketika berkendara, walaupun suara saya pas-pasan. Tiap tahun, saya selalu menyempatkan diri untuk break dari rutinitas kantor dan mengambil cuti panjang untuk menyalurkan hobi melancong dan berwisata kuliner saya.

Teacher Training apa saja yang sudah Anda ikuti?

Saya telah mengikuti 120 hr Yoga Mix TT.

Bagaimana tanggapan Anda jika ada orang yang menolak yoga karena dianggap lekat dengan ritual kepercayaan tertentu?

Menurut saya, yoga bukan suatu bagian dari agama tertentu,. Namun sebaliknya, yoga bersifat fleksibel yang dapat disesuaikan dengan beragam agama dan kebudayaan. Yoga terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi (adanya yoga dengan berbagai props). Yoga juga terbuka terhadap seni (adanya acroyoga). Yoga bahkan terbuka terhadap sesama jenis olahraga lainnya (adanya Budokon Yoga). Hal ini membuktikan bahwa Yoga bersifat terbuka dan sangat luas sehingga dapat masuk ke berbagai elemen di seluruh daerah di dunia.

Dalam berlatih yoga, you just have to do it and expect nothing, tidak peduli apa agama dan kepercayaan kita, dari mana kita berasal, apa suku kita dan lain-lain. Kita hanya perlu berfokus pada latihan dan tujuan kita berlatih, misalnya untuk kesehatan dan kebugaran badan. Tidak perlu mengucapkan mantra, jika memang ragu. Toh sejatinya, mantra yang diucapkan sebenarnya bersifat general berisi ucapan syukur dan hormat kepada sesama dan semesta. Sebagai seorang manusia, tidak ada salahnya kita mengucap syukur atas berkah dan limpahan yang telah kita terima, bukan?

Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?

Menurut saya, perkembangan yoga di Indonesia sangat pesat. Hal ini dilihat dari banyaknya studio yoga yang mulai bermunculan di kota-kota di Indonesia. Selain itu, jenis-jenis yoga baru juga mulai banyak dipelajari di Indonesia, seperti budokon, swing yoga, forest yoga, dan yoga tarian jiwa gagasan Mas Martin. Hal ini juga didukung oleh industri penyokong kegiatan yoga seperti yoga props dan wardrobe. Saya berharap yoga masih akan terus berkembang beberapa tahun ke depan dan makin banyak lagi teman-teman yang dapat merasakan manfaat dari berlatih yoga.

Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?

Saya pertama kali mengajar di sebuah group kecil gagasan seorang teman. Sebenarnya group ini berfokus pada latihan kardio. Namun, sesekali kami mengundang coach dari berbagai jenis olahraga, misalkan coach lari, HIIT, body combat, yoga dan lain-lain. Di sanalah saya beberapa kali mengisi sesi yoga.

Untuk orang yang baru pertama kali mengajar, tentu saja rasanya sangat nervous. Untuk persiapan sequence saya coba mengambil tema yang sesuai dengan background group tersebut. Setelah menemukan tema yang sesuai, saya coba mulai cari inspirasi sequence yang dapat dipakai dari berbagai sumber. Saya sangat menikmati proses persiapan ini.

Rasa gugup makin besar ketika akan mulai mengajar, namun saya berusaha santai dan menyapa semua yang hadir. Kelebihan energi ini harus saya salurkan sehingga gugup bisa berkurang. Saat mengajar, saya berusaha untuk menjadi diri sendiri  dan berusaha yang terbaik. Ada beberapa kesalahan seperti mirroring, salah menyebut anggota tubuh. Namun overall kelas berlangsung sangat menyenangkan. Saya menikmati momen-momen saya mengajar saat itu. Teman-teman yang datang banyak dan sangat antusias ingin yoga. Kesempatan ini saya gunakan untuk encourage teman-teman untuk terus berlatih yoga. Hingga kini, beberapa teman di group tersebut masih rutin berlatih yoga.

Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?

Chakras. It just feels magical and spiritual learning about Chakras dan bagaimana chakra berpengaruh terhadap aspek kehidupan kita. Banyak sekali aspek mengenai Chakra yang ingin saya pelajari.

Bagaimana Anda menggambarkan gaya mengajar Anda?

Saya melihat diri saya sebagai orang yang enerjik dan penuh semangat. Begitu pula saat mengajar. Saya suka memberi challenge dan option kepada teman-teman. Beberapa teman mendiskripsikan gaya mengajar saya agak militer. Hehehe. Semoga dalam arti yang positif ya!

Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?

Sebagai seorang yang masih tergolong baru dalam dunia peryogaan, sama masih tertarik dengan aspek asana. Saya merasa masih banyak asana yang harus saya pelajari sehingga masih banyak challenges dalam berlatih. Semoga seiring dengan berjalannya waktu dan rutin latihan, lebih banyak asana yang dapat saya pelajari.

Di mana dan kapan Anda rutin mengajar yoga?

Saat ini saya belum mengajar secara rutin, hanya mengisi beberapa sesi kelas yoga di kantor dan rumah teman. Ke depannya saya berharap dapat punya kelas sendiri dan rutin mengajar. (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *