Belajar Terapi Perbaikan Tulang Belakang Di Kelas Yumeiho

Sakit tulang punggung merupakan persoalan yang kerap dialami oleh orang Indonesia. Penyebabnnya bisa berbagai macam. Mulai dari gaya hidup seperti penggunaan sepatu hak tinggi oleh wanita, sepatu pantovel oleh kaum Adam, menggendong tas punggung yang berat atau di satu sisi, hingga kesalahan posisi tidur dan duduk.

Untuk mengatasi sakit punggung, kita bisa melakukan pijatan hingga mengoleskan obat-obatan. Namun, tahukah Anda ada terapi yang bisa memperbaiki dan meluruskan tulang belakang? Yumeiho, nama terapi tersebut.

Pada hari kedua YogFest 2015 di Taman Menteng, Urip Herdiman Kambali membagi ilmu penyembuhan sakit tulang punggung.

“Kenapa saya berikan praktek Yumeiho? Karena saya melihat semua orang pernah alami problem tulang belakang,” kata Urip, Sabtu (25/4).

Terapi Yumeiho, kata Urip, terdiri dari seratus gerakan. Namun dalam kesempatan ini, Urip hanya akan mempraktekan 17 hingga 20 gerakan.

Gerakan sejumlah itu, menurut Urip sudah bisa memberikan dampak pada proses penyembuhan tulang punggung. Untuk bisa sembuh sepenuhnya dari permasalahan tulang belakang, Urip menyarankan agar terapi ini dilakukan minimal sepuluh kali.

“Keberhasil Yumeiho adalah kerjasama antara pasien dan terapisnya. Ada yang sekali sembuh, ada yang hingga dua tiga kali terapi baru sembuh. Kalau mau mencoba paling sedikit lima kali,” kata Urip yang mengajar di depan lebih dari 30 peserta.

Untuk meminimalkan permasalahan tulang belakang, Urip menyarankan agar mulai membiasakan diri tidur, duduk dan berjalan dengan benar.

Tidur misalnya, posisi terbaiknya adalah dengan telentang seperti savasana dalam yoga. Jika tidur dalam posisi miring, pastikan tangan menyanggah kepala. Jika tidak, bakal memberikan beban terlalu berat kepada leher.

Duduk pun harus dilakukan dengan benar. Harus dalam posisi tegak dan kaki sedikit mengangkang. Sementara untuk berjalan, posisi terbaik dengan berjalan di satu garis lurus bak seorang peragawati.

“Banyak postur kita yang harus diperbaiki. Ini masalah kebiasaan saja,” tutup Urip.  (Rizky Amalia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *