Felix ; Cedera Antar Felixtara Tjahyadi Menuju Yoga

Jika Felixtara Tjahyadi (31) tidak mengalami cedera saat ia asyik berlatih angkat beban, mungkin ia tidak akan mendalami yoga seperti sekarang. Yoga membantunya menjalani proses pemulihan punggung.

“Saya mengenal yoga sejak 2016, setelah saya mengalami cedera otot punggung akibat berlatih beban. Kemudian saya mengikuti kelas yoga selama proses pemulihan (recovery),” ungkap pria pemilik akun Instagram @felixtara218 ini pada YogaGembira.com dalam wawancara melalui WhatsApp. Lama lama, Felix mengaku dirinya jatuh cinta dengan yoga.

Ditanya mengenai motivasi utamanya dalam beryoga, Felix yang akan membawakan kelas yoga bertema “Release Your Mind Off from Work” di Komunitas Yoga Gembira tanggal 24 November 2019 nanti  ini menjawab sederhana dan lugas:”Agar membuat tubuh saya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.”

Memiliki Alam sebagai sosok guru yang menurutnya paling inspiratif, Felix menggambarkan guru yoga semestinya ialah pribadi yang “tahu dengan jelas asana yang dibutuhkan oleh member / kelasnya”. Dan itulah yang coba ia juga wujudkan saat mengejar di kelas-kelas yoganya di beberapa tempat di Jakarta.

Sebagai praktisi, Felix menyukai yoga jenis vinyasa yang mengalir tanpa putus. Alasannya karena membuat kita sangat fokus dan membutuhkan keteraturan napas, ungkap pria penggemar gim Mobile Legend yang mengaku beryoga setiap hari ini. Dan ia tidak cuma beryoga saat di kelas tetapi juga sejumlah asana ringan di tempat kerjanya.

Dengan yoga, ia memahami struktur anatomi tubuhnya juga. Misalnya ia mengatakan masih kesulitan melakukan asana-asana yang melibatkan hamstring. Itu karena menurutnya hamstringnya masih terbilang kaku.

Pertama kali mengajar yoga, Felix mengandalkan beberapa asana yang berhasil ia ingat setelah mengikuti kelas yoga. “Saya pertama mengajar sejumlah teman di gereja tempat pendidikan guru dan hanya mengajarkan asana-asana yang saya bisa ingat,” ungkap pengajar yang saat ini menganggap asana sebagai aspek paling menarik dalam yoga ini.

Namun, ia juga paham bahwa yoga bukan cuma asana. Ada banyak aspek selain asana yang tidak kalah berguna bagi dirinya jika dipelajari. “Yoga mengajarkan untuk menyeimbangkaan semua aspek dalam diri kita, mulai dari pikiran, napas, gerakan dan semua bagian tubuh yang bekerja,” tutur instruktur yang menggambarkan gaya mengajarnya sebagai ‘struktural, perlahan dan sedikit kejam’. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *