Decky Karunia: Jujur dan Apa Adanya

Detail, terukur, beracuan pada alignment dan variatif. Begitulah sejumlah kata yang dipilih Decky Karunia untuk menggambarkan caranya menyampaikan ilmu dan pengalaman yoganya pada orang lain dalam kelasnya.

Pengajar yoga yang juga penggemar berat olahraga sepeda ini sampai pada cara mengajarnya yang unik itu setelah melalui perjalanan selama 7 tahun dalam dunia yoga di tanah air. Ia mengikuti sebuah kelas yoga di pusat kebugaran ternama dan dari sanalah penyuka kegiatan hang out ini terus tertarik untuk belajar yoga lebih banyak. Manfaat yang langsung ia rasakan ialah tidur yang lebih nyenyak di malam hari dan berhasil membiasakan diri untuk bangun pagi.

Ditanya Yogagembira.com mengenai tujuan utamanya beryoga, guru yoga yang mengaku lebih suka pose-pose yoga berdiri dan backbending tetapi masih merasa kurang dalam arm balance ini menjawab singkat, ”Menjaga dan menjadi lebih sehat jasmani juga rohani.”

Bagi Decky, sisi paling menarik dari yoga ialah sisi keilmuannya yang bersinggungan dengan dunia modern. “Misalnya, melakukan banyak gerakan asana dasar, banyak secara langsung menyehatkan tubuh dan pikiran, dan dapat dijelaskan sisi sains modernnya,” pengajar reguler di dua studio di Ibukota dan kelas privat ini merinci. Karena itulah tidak heran jika Decky menyukai jenis yoga yang menerapkan pendekatan ilmiah (scientific) dan membawa pengaruh positif secara nyata pada kesehatan fisik.

Sementara untuk aspek non-asana dalam yoga, Decky mengatakan bahwa praktik Yama dan Niyama selalu yang paling menarik. Apa pasal? Karena paling sulit dijalankan, ucapnya.

Ia berupaya untuk selalu menerapkan ajaran yoga dalam kehidupannya, dari kesadaran terhadap napas di atas mat, hingga saat mengayuh pedal sepeda. “Selalu punya kesempatan untuk ‘berhenti’ sejenak dan berpikir,” tegasnya. Secara fisik, setelah belajar yoga, ia juga lebih sadar terhadap postur tubuh. bila berdiri atau berjalan, berlari atau bersepeda ia selalu berusaha menjaga postur tubuh yang baik, sesuai peruntukan kegiatan.

Sebagai salah satu pengajar yoga yang sudah banyak dikenal publik, Decky mendapatkan kepercayaan diri dalam mengajar kelas-kelasnya dengan belajar banyak dari tiga gurunya: Slamet Riyanto, Deera Dewi, dan Noah Maze. Lain dari yang lain, ia merasa tidak gugup saat pertama mengajar di depan publik. “Tapi banyak melakukan kesalahan,” kenang Decky.

Masih soal mengajar, sosok guru yoga yang ideal menurutnya bukanlah yang ahli dalam memperagakan segala asana. Yang jujur apa adanya, mengajarkan apa yang dia yakini, itulah guru yoga yang ia anggap bisa dijadikan sebagai panutan.

Kini Decky yang sibuk sebagai salah satu pengajar di sebuah pelatihan mengajar yoga sekaligus pemilik dan pelaksana program Transformational Teaching Course ini mengatakan dirinya senantiasa menyempatkan diri berlatih sendiri di rumah atau studio. Sesekali ikut kelas dan workshop, cetusnya. (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *