Devi Suhendi: Menyembuhkan Diri Lewat Yoga

Dikenal dengan nama @deviepumpkin di jejaring sosial Instagram, Devi Suhendi mulai mengenal yoga sejak 2010 di sebuah pusat kebugaran (gym). “Sejak 2014, saya kemudian mulai menekuni dan fokus berlatih dan belajar yoga sampai sekarang,” ujar instruktur yang menimba ilmu yoga dari pengajar yoga senior Deera Dewi.

Devi kemudian menemukan tujuannya dalam beryoga. “Saya beryoga demi kesehatan agar saya bisa lebih fokus dalam melakukan segala hal serta mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari,” papar perempuan yang gemar menghabiskan waktu berjalan-jalan bersama anak-anaknya itu pada YogaGembira.com melalui wawancara via WhatsApp.

Devi merasakan manfaat yoga begitu ia menjajal praktik kuno dari India ini. Menurutnya, setelah latihan yoga ia pertama-tama merasakan tidurnya lebih teratur dan lebih rileks.

Ia memandang seorang guru yoga sebagai individu yang dapat memberikan semangat pada murid-muridnya. “Ia bisa memberikan dorongan pada murid dan percaya bahwa mereka bisa melakukannya,” ucap Devie yang sangat menikmati waktunya di pantai sambil membaca buku favorit.

Setelah mencoba beberapa style yoga, Devi merasakan kecocokan dengan Hatha Vinyasa dari style “Forrest Yoga”. Yoga jenis ini lebih berfokus pada ‘alignment’ serta kekuatan, memungkinkan praktisinya mengeksplorasi setiap gerakan dan membiarkan tubuh rileks bahkan jika sedang menahan pose dalam waktu yang lebih lama.

Tidak heran, gaya mengajar Devi juga menunjukkan pengaruh Forrest Yoga. “Cara atau gaya mengajar saya mengacu pada dan terinspirasi oleh Forrest Yoga, dengan menggunakan teknik pernapasan untuk menyembuhkan diri kita sendiri melalui asana yoga.”

Untuk latihan pribadi, Devi memiliki jadwal sendiri. Penyuka asana palakhasana atau plank ini menjelaskan, “Saya bermeditasi di rumah setiap kali sebelum beraktivitas. Saya juga berlatih yoga dengan guru saya serta mengikuti kelas-kelas yang diajar guru lain yang lebih berpengalaman dengan frekuensi 4-5 kali sepekan.”

Devi menganggap latihan pribadi sebagai fondasi mengajar yang penting. Pertama kali ia mengajar di tahun 2017 di kelas privat, Devi memang merasa gugup. “Namun, itu semua bisa diatasi karena saya sudah terbiasa berlatih yoga sendiri. Saya juga merasa bahagia saat mengajar karena bisa berbagi pengalaman dan menerima masukan yang konstruktif dari murid-murid yang saya ajar.”

Dari mat, ia mencoba menyatukan nilai dan ajaran yoga ke luar mat. Devi mengaku dirinya sekarang bisa lebih rileks dan mengendalikan emosi dengan lebih baik dibandingkan sebelum ia berlatih yoga dan bermeditasi dengan teratur. “Saya juga lebih sadar dengan kebutuhan tubuh saya sendiri,” terang instruktur yang kini sibuk mengajar sejumlah kelas privat di GudangGudang Studio dan tempat lainnya.

Setelah menggeluti yoga selama 9 tahun, Devi mengamati bahwa dirinya paling tertarik dengan aspek fisik (asana), mental dan spiritual dalam yoga. Setiap asana memiliki efek sendiri ada kehidupan kita, ucapnya. Dan berkat latihan asana, ia mengatakan dirinya kini bisa lebih baik dalam mengendalikan ego, lebih bisa pasrah (letting go), dan tidak memaksakan kehendak. (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *