Didit @vivereyogi: Belajar Bersabar dan Menerima dengan Yoga

 

Siapa sangka di balik minatnya yang tinggi untuk belajar Yoga, pengajar Yoga yang akrab dipanggil Didit ini juga gemar touring dengan mengendarai Harley Davidson? Simak wawancara singkat YogaGembira.com (YG) dengan instruktur yang akhir pekan mendatang akan membawakan kelas bertajuk “Shoulder, Hips, and Strecth Mobility” ini. Berikut petikan wawancara dengan Didit (DIS) yang mengajar rutin di studio secara offline dan kelas online untuk sobat Yogem semua.

YG: “Kapan dan bagaimana Anda bisa mengenal yoga hingga seperti sekarang?”
DIS: “Kira kira kurang lebih 5 tahun yang lalu setelah saya mengalami beberapa kali kecelakaan dan cedera pada beberapa bagian tubuh saya. Dan saya dinyatakan tidak boleh melakukan olahraga yang menggunakan alat. Sehingga saat saya bertemu Yoga, hal ini yang membuat saya memilih bahwa Yoga memberi alternatif saya untuk healing, release dan aware dengan tubuh kita sendiri. Sehingga saya mulai mengejar impian saya yang pertama dengan mempelajari asanas, dan memulai ketertarikan dengan lebih belajar mengenai body anatomy dan body therapy.”

YG: “Apakah tujuan paling utama dalam Yoga?”
DIS: “Disiplin, adalah hal utama yang harus kita miliki sebagai seorang Yogi. Jika kita disiplin dalam latihan dan mengaplikasikan kehidupan Yoga dengan sekitar kita, otomatis kita akan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin sulit dicapai dan dibutuhkan usaha serta pengorbanan di awal memilih jalan ini. Begitu kita mulai memahami bagaimana disiplin membuat Diri lebih seimbang dan sehat untuk sistem, kondisi mental dan emosi kita, perlahan kita akan berjalan menuju jalan ini lebih dalam.

Berikutnya ialah belajar memahami diri sendiri. Belajar Sendiri adalah yang memberi kita kebebasan untuk memahami Diri dan sebagian besar lingkungan kita. Dalam hal ini kita menunjukkan belajar mandiri tidak hanya mempelajari buku tetapi juga banyak hal dalam kehidupan seorang yogi yaitu, melantunkan mantra, berlatih meditasi, mudra. Semua ini akan membuat kita melihat sesuatu dengan cara yang sebenarnya di cermin yang tidak mendistorsi diri kita.

Lalu berikutnya ialah kepuasan. Kepuasan itu akan menuntun Kita untuk menerima kebahagiaan dengan hal yang Kita miliki di sekitar kita dan akan bisa merasakan keterikatan apa pun padanya. Puas juga membuat Yogi lebih bahagia dan menikmati setiap hal kecil yang ditawarkan dunia dalam hal alam setiap hari.

Berserah pada Tuhan sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Saling menghargai dan menghormati, dan tidak melihat hal yang dilakukan atau diaplikasikan dalam hal yang dilakukan seorang yogi dalam beryoga dengan menilai hal tersebut adalah negatif atau menghujat/menuduh. Ini adalah alat paling ampuh yang kita miliki untuk mencapai Diri yang seimbang. Kita akan memahami bahwa ada sesuatu yang lebih besar di sekitar kita dan di atas kita. Dengan berserah pada hal ini, kita dapat mengakui fakta bahwa Tuhan ada di dalam diri kita dan kita adalah satu hal yang bersama dengan Tuhan. Dengan berdoa, melafalkan, mencurahkan waktu kita untuk berserah untuk ini akan membuat kita merasa lebih rendah hati, lebih mengakui pribadi dan itu akan membantu disiplin untuk mengatasi apapun yang akan membawa kita ke jalan hidup yang benar.”

YG :”Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?”
DIS: “Daniel Rama, David Robson, Carmen Aguilera, Vesic Jelena, dan banyak lainnya. Semua guru yoga akan membawa hal yang inspiratif, karena setiap hal dan perjalanan seorang guru yoga mempunyai keunikan masing masing dan pasti memberi banyak manfaat untuk semua orang.”

YG: “Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?”
DIS: “Manfaat untuk diri saya adalah saya lebih bisa belajar bersabar dan menerima. Hal kedua adalah ini adalah seperti obat unspiritual, saya merasa lebih sehat dan lebih bisa menghargai dan mencintai tubuh kita sendiri. Secara spiritual, saya bisa memandang semua hal secara universal.”

YG: “Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?”
DIS: “Guru yoga yang ideal tidak hanya bisa mengajarkan setiap asanas ke para yogis / students, tapi juga bisa memberi pengertian dan menjelaskan bahwa yoga untuk semua orang, untuk semua tubuh/ body, dan bukan hanya untuk beberapa tipe orang dengan kategori tertentu. Serta mengajarkan mindset yang benar terhadap yogis bahwa yoga bukan hanya sekedar berpose dan dilakukan secara instant, tetapi yoga memberi banyak manfaat bagi semua tubuh, semua orang, tanpa embel embel apapun dengan tujuan tertentu.”

YG: “Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai?”
DIS: “Ashtanga, Hatha, Vinyasa, meditation, sound healing karena semua jenis yoga yang saya sebutkan itu mengajarkan saya banyak hal, dan untuk selalu mengingat bahwa hal apapun akan berhasil apabila kita selalu mau belajar dan memahami dari basic.”

YG: “Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?
DIS: “Hampir setiap hari saya yoga (self-practice) dan mengajar yoga di studio/private dan menyesuaikan juga dengan kondisi tubuh.”

YG: “Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?”
DIS: “Hampir semua Asana punya tantangan dan keunikan masing masing. Tidak ada yang tidak saya sukai. justru hal yang sulit menjadi pembelajaran saya untuk semakin dapat memahami asana tersebut.”

YG: “Bagaimana yoga Anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?”
DIS: “Saya lebih mengutamakan proses dan progress, serta mencoba selalu be kind, humble dan selalu positive mind terhadap hal apapun.”

YG: “Apa hobi di waktu luang selain yoga dan olahraga?”
DIS: “Karena saya pengendara /biker lady Harley Davidson, saya suka riding dan touring. Dan banyak hoby lainnya untuk menyeimbangkan tubuh kita.”

YG: “Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?​“
DIS: “Sangat pesat dan hebat untuk di Indonesia, sekarang banyak sekali para yogis yang hebat dan kuat, dengan macam macam yoga yang diminati serta banyak bermunculan studio yoga untuk berlatih.”

YG: “Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?”
DIS: “Pengalaman pertama mengajar seringkali menjadi hal yang menakutkan dan menegangkan, kadangkala menjadi guru dituntut untuk dapat memberikan contoh sebaik mungkin. Tapi ada kalanya seorang gurupun bisa melakukan kesalahan dalam memberikan contoh gerakan, salah pengucapan nama asana, dan lain sebagainya. Tapi berjalannya waktu semua bisa dilalui dengan kita semakin belajar dan mencoba memahami situasi, response dan feedback yang didapat.

Bagi saya sendiri, secara pribadi saya lebih suka disebut instruktur daripada disebut guru. Karena menurut saya untuk sampai dalam tahapan menjadi Guru itu tidak mudah. Ada arti dan appresiasi yang lebih dalam untuk mendapatkan panggilan menjadi seorang Guru.”

YG: “Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?”
DIS: “Aspek yang paling menarik adalah untuk menyeimbangkan serta menyelaraskan pikiran, tubuh dan jiwa sehingga akan membawa kedamaian dalam hidup ini. balancing mind body and soul with yoga.”

YG: “Bagaimana Anda menggambarkan gaya mengajar Anda?”
DIS: “Detail, kuat, dinamis dan fokus. Cara mengajar saya lebih ke proses memahami dan mengerti dulu tujuan beryoga ataupun olahraga lainnya. Saya lebih senang memberikan pengertian bahwa belajar olahraga apapun harus pahami dulu tubuh kita sendiri dan lakukan dari hal yang paling basic. Karena yoga bukan hanya mengejar sekedar pose dan melakukan gerakan gerakan sulit yang tidak semua orang bisa lakukan dan dilakukan secara cepat atau instan.”

YG: “Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?”
DIS: “Yoga is timeless. Semua bisa melakukan yoga dari anak-anak, remaja, dewasa dan sampai tua sekalipun. Hanya tinggal menyesuaikan secara usia dan tujuan dalam beryoga. Yoga memperpanjang usia dan memberi efek anti aging terbaik apabila dilakukan dengan baik dan benar. Always listen to your body, and do not compare with others.” (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *