Elisa Tanzino: Strong Lower Body

Beryoga sejak tahun 2014 atau 2015 di kantor sampai sekarang, Elisa Tanzino merasakan manfaat langsung dari latihannya.

“Postur saya menjadi lebih baik,” ungkap instruktur yoga ini melalui pesan WhatsApp kepada YogaGembira.com.

Dari sana ia pun mulai tertarik mempelajari Yoga dengan lebih intensif. Guru yang paling diingat olehnya dan ia pandang paling inspiratif ialah Lie Sari.

“Alasannya karena beliau merupakan guru pertama yang memperkenalkan Yoga ke saya. Guru yang lain ialah Ari Waw karena banyak memberikan arahan dalam dunia yoga,” tuturnya.

Menurut Elisa, guru yoga yang ideal itu sosok yang memperkenalkan dan mendalami yoga secara keseluruhan. “Jadi ia tak hanya menekuni asana saja,” Eliza yang memiliki hobi membuat kombucha dan membuat podcast ini berkata.

Ia menyukai latihan Ashtanga Vinyasa Yoga. “Ashtanga Yoga karena praktik Ashtanga sangat personal, inward serta ada sentuhan nilai tradisional saat kita menjalaninya,” argumen perempuan yang mengaku berlatih Yoga setidaknya seminggu tiga kali ini.

Elisa mulai mengajar Yoga sejak 2017 sambil masih menekuni pekerjaan lain. “Yang awalnya hobi sekarang menjadi profesi,” ucap Elisa yang dahulu sibuk mengajar di wilayah Jakarta dan BSD namun kini karena pandemi, mulai membuka kelas online sendiri. (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *