Erlinda dan ‘Candu’ Yoga

Adiktif. Demikian kesan pertama kali yang didapatkan sebagian orang begitu kelas yoga pertama mereka berakhir. Tetapi lain dari nikotin atau vetsin atau narkoba, kecanduan yoga sangat menyehatkan tentunya.

“Setelah mencoba yoga pertama kali, rasanya jadi ketagihan,” kata pengajar yoga kita satu ini, Erlinda, yang juga menjadi ‘pecandu yoga’ setelah percobaan pertamanya lima tahun lalu. Sejak saat itu, ia mengaku setiap hari berupaya untuk berlatih yoga.

Ia pun memutuskan untuk memperkaya pengetahuan yoga dengan mengikuti sejumlah pelatihan mengajar, dari Yoga Mix (220 jam), Little Buddha (120 jam), hingga Markandeya Yoga (100 jam).

Dengan tujuan utama beryoga untuk lebih aktif dan sehat, Erlinda belajar yoga dari banyak guru yang menurutnya inspiratif tanpa kecuali.

“Manfaat yang pertama saya rasakan setelah pertama kali mulai yoga ialah dapat menikmati relaksasi,” ujar perempuan berambut panjang ini yang menyukai berjalan-jalan.

Untuk menjadi seorang pengajar yoga yang ideal menurutnya hanya ada satu kriteria utama. “Seorang guru harus mampu membuat muridnya merasa nyaman untuk belajar,” tegas Erlinda. Kualitas-kualitas lainnya juga tak kalah penting tetapi menjadi pendukung untuk mencapai ini.

Bila kebanyakan dari kita memiliki pose favorit, ibu yang anak-anaknya beryoga ini menjawab sederhana dan singkat:”Semua asana saya sukai.”

Selain sebagai olah tubuh, Erlinda menekuni yoga juga sebagai olah rasa dalam menjalani kegiatan sehari-hari. “Ia mengintegrasikan nilai dan ajaran yoga ke dalam aktivitas keseharian dengan menanamkan ketenangan dalam dirinya.

Tentang kelas yoga yang sering diasosiasikan dengan kaum Hawa, Erlinda berkomentar,“Sebenarnya banyak pria yang mau beryoga tapi di kelas kebanyakan wanita di dalamnya sehingga mereka mundur.” Jadi, bapak-bapak dan mas-mas, saatnya mulai beryoga! (*/ Akhlis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *