Genta: Yoga Lebih Dari Sekadar Weight Loss

Genta pertama kali berkenalan dengan yoga melalui seorang teman di gym. “Saat itu saya sedang ingin menguruskan badan, dan temen saya menyarankan latihan yoga untuk menghilangkan lemak di tubuh,” terang in-house yoga instructor di Studio Yoga Indigo di kawasan Bintaro ini. Dari sana eksplorasinya ke dalam yoga terus berlanjut. Berikut petikan wawancara Yoga Gembira (YG) dengan pengajar yoga yang suka jalan-jalan dan jajan ini.

 

YG: Apakah tujuan paling utama dalam yoga?
G: Buat saya sekarang bukan lagi untuk mengurus, melainkan untuk menjaga kesehatan dan menenangkan pikiran.

YG: Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?
G: Banyak hal positif yang bisa kita ambil saat kita berlatih yoga dengan siapapun gurunya ,jadi menurut saya semua kelas yang saya datangi semua gurunya inspiratif.

YG: Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?
G: Saya menjadi lebih tenang, jarang marah-marah atau menggerutu. Hahaha.

YG:Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?
G: Menurut saya guru yoga yang ideal adalah yg bisa tahu kebutuhan muridnya.

YG:Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?
G: Saya menyukai semua jenis yoga,hanya saja sekarang saya sedang menyukai power yoga.

YG: Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?
G: Saya setiap hari mengajar yoga, dan berlatih sendiri atau ikut kelas beberapa guru dan komunitas.

YG: Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?
G: Sebenarnya tidak ada asana yang tidak saya sukai. Cuma saya belum ‘sampai’ saja untuk melakukan asana itu. Saya paling senang dengan pose-pose inversion.

YG: Bagaimana yoga Anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?
G: Saya mengaplikasikan latihan pernafasan di yoga pada kehidupan sehari hari.

YG: Teacher Training apa saja yang sudah Anda ikuti?
G: Saya baru mengikuti satu teacher training, teache training 150 jam di Cibubur Yoga Center.

YG:Bagaimana tanggapan Anda jika ada orang yang menolak yoga karena dianggap lekat dengan ritual kepercayaan tertentu?
G: Tidak ada, tiap orang punya pendapat masing masing.

YG: Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?
G: Perkembangan yoga saat ini sangat pesat sekali,di Jakarta ini sekarang kita bisa latihan yoga di mana saja, karena sudah banyak komunitas yang menyediakan latihan yoga.

YG: Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?
G: Deg degan grogi hahaha, biasaanya saya melihat dan sekarang saya yang dilihat, dan karena saya masih belajar juga jadi masih banyak berpikir apa gerakan yang saya berikan sudah benar atau belum.

YG: Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?
G: Eight limb of yoga.

YG: Bagaimana Anda menggambarkan gaya mengajar Anda?
G: Fun and sweat.

YG: Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?
G: Meditasi, saat pertama dan terakhir melakukan savasana kita bisa memfokuskan hanya kepada nafas  dan pikiran kita, dan membuat kita menjadi lebih tenang. (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *