Ida Farida: Yoga Bikin Hidup Lebih Hidup!

Sebelum berkenalan dengan yoga, Ida Farida telah menjajal beberapa olahraga. Sayang, tidak ada satupun yang membuatnya bisa setia. “Suatu ketika saya mencoba ikut kelas yoga, kemudian berlatih rutin dan berlanjut dengan mengikuti beberapa workshop yoga,” ia mengingat lika-liku perjalanannya mengenal yoga. Semangat belajarnya makin membuncah hingga kemudian ia putuskan menimba ilmu selama 200 jam di sebuah sekolah yoga di Jakarta dan mendapatkan sertifikasi mengajar.

Setelah itu, ia pun mencoba mengajar. Pertama kali mengajar ia merasa bersemangat dan penuh kepercayaan diri. Sebelum mendapatkan sertifikasi pun, Ida sudah membagikan manfaat yoga dengan mengajari orang-orang terdekatnya. Begitu lulus, kepercayaan dirinya makin tumbuh sehingga memudahkannya mengajar orang lain.

Dalam perjalanan menekuni yoga, ia juga menyadari banyak ‘bonus’ yang ia dapatkan. Meskipun semula hanya mengejar kebugaran fisik berupa tubuh yang lebih rileks dan sehat, kini ia mendapatkan hal-hal positif yang hanya bisa dirasakan dalam jiwa dan batinnya. “Setelah menjalani dengan rutin ternyata lebih tenang secara emosional dan lebih fokus, terkoneksi kuat atau khusyuk secara spiritual.” Tidak heran ia menyarankan yoga bagi mereka yang ingin mendapatkan kualitas hidup yang sempurna.

Menggambarkan gayanya mengajar sebagai ‘bersahabat, bersahaja, dan sesekali tegas dalam konteks tertentu’, perempuan berhijab yang murah senyum ini terus berlatih dengan penuh semangat tiap ada kesempatan. “Yoga buat saya adalah sesuatu yang luar biasa. Saya melakukannya dengan PASSION 100 %,” ujar penggemar kegiatan bersepeda dan membaca ini pada YogaGembira.com via email. Di samping mengajar, Ida juga menyempatkan diri untuk mendalami asana tertentu (deep practice).

Dalam mencari guru yoga, Ida yang paling menikmati latihan hatha yoga ini memiliki kriteria khusus. Ia mencari guru yang mampu menjadi inspirasi dan panutan (role model) dan selalu menyebar energi positif untuk muridnya.

Sementara itu, ia mengakui menyukai semua asana. Tidak ada yang ia hindari. Namun, ia paling menikmati momen berlatih asana-asana yang bersifat inversi sebab sudah merasakan manfaatnya, dari ketahanan terhadap serangan stres hingga daya fokus yang menguat sehingga tidak mudah lupa. Ia bahkan melakukannya secara rutin setiap hari sehabis sholat 5 waktu. Untuk asana-asana yang belum dikuasai, ia berlatih sesuai kemampuan dan hanya melakukan opsi-opsi yang memungkinkan.

Sebagai seorang ibu dari tiga orang anak, Ida mengaplikasikan nilai dan prinsip yoga yang ia pelajari dalam kehidupan sehari-hari dengan berupaya menyelaraskan tubuh, pikiran dan semangat, bisa mengendalikan emosi, lebih positif sehingga menjalani kehidupan dengan lebih baik. “Intinya buat saya, yoga bikin hidup lebih hidup!” tegasnya.

Setelah menekuni asana yoga, Ida menemukan juga hal-hal menarik dari yoga yang bersifat filosofi dan nonasana. Yang ia maksudkan yakni Yama dan Niyama yang mencakup kebiasaan-kebiasaan baik, etika, dalam kehidupan sehari-hari, yang menjadikan jalan menuju kualitas hidup yang lebih baik dan sempurna, pungkas Ida yang mengajar di studio kecil di rumahnya dan sejumlah tempat di Bekasi dan Bandung. (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *