Laura Tanujaya: “Yoga Ajarkan Saya Mencintai dan Menerima Diri Sendiri”

 

Di awal berkenalan dengan Yoga pada bulan Januari 2017, pengajar yoga kelahiran Semarang ini mengaku lebih banyak menghabiskan waktu untuk latihan angkat beban. Ia belum memiliki ketertarikan pada Yoga dan hanya mencoba dengan tujuan memperbaiki latihan angkat bebannya yang makin intens.

“Saya mulai beryoga dengan tujuan untuk melatih kelenturan sehingga performa dalam latihan angkat beban saya lebih baik. Ternyata saya malah ‘keterusan’, dan saya tinggalkan angkat beban dan memilih Yoga hingga saat ini,” ucap Laura Tanujaya yang di media sosial Instagram memiliki akun @lauratanujaya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Laura makin lebih baik dalam mengenal Yoga. “Yoga bagi saya adalah saat kita bisa mengenali dan mendalami diri kita sendiri lebih baik lagi,” tutur pengajar yang enerjik ini pada Yoga gembira.com dalam wawancara melalui WhatsApp.

Saat pertama kali menjajal Yoga, Laura mulai merasakan manfaatnya. Ia menjadi lebih kuat dan bisa memusatkan kekuatan dari ‘core’.

Laura memiliki ketekunan dan mengutamakan persiapan yang matang sebelum mengajar kelasnya. Saat ia mulai mengajar, sehari sebelumnya ia meluangkan waktu untuk menyiapkan kelas, menulis sekuen yang akan diajarkan di kelas, mencari inspirasi sekuen dari bermacam-macam sumber,” ungkapnya jujur. Pokoknya seperti orang mau ujian, imbuh Laura.

Mengidolakan Evita sebagai guru yoga favorit, Laura menganggap seorang pengajar yoga sebaiknya mampu senantiasa memberikan unsur baru dalam kelasnya. “Setelah mengikuti kelas-kelas Evita, saya merasa mendapatkan hal-hal baru. Kelas-kelas beliau kreatif dan tak pernah membosankan,” ungkapnya.

Ditanya mengenai jenis Yoga yang paling ia nikmati, ia mengatakan menikmati Power Vinyasa Yoga. “Alasannya karena saya merasa bisa mengaktifkan seluruh otot dengan maksimal dan bisa berkeringat sampai basah. Di situlah muncul sebuah kepuasaan tersendiri,” terang perempuan yang mengaku berlatih yoga 5-6 hari seminggu ini.

Soal asana, Laura mengaku sangat menyukai asana ardha hanumanasana (half split). “Apalagi setelah melakukan Low Lunge,” ucap Laura.

Sebaliknya, ia merasa agak kesulitan saat harus melakukan Low Lunge (Anjaneyasana) sebab ia merasakan sensasi pedas di paha depan dan hip flexor.

Setelah makin mendalami Yoga, ia semakin menyadari bahwa Yoga mengajarkannya postur yang terpelihara baik saat beraktivitas sehari-hari. “Yoga mengajarkan saya postur berjalan dan duduk yang aman dan sehat untuk seluruh tubuh, jadi saya belajar untuk sadar (aware) tidak hanya saat yoga tapi juga dalam kegiatan sehari-hari,” jelas perempuan penyuka kegiatan memasak dan bertualang kuliner untuk mencicipi makanan-makanan yang belum pernah ia coba.

Menurut Laura, ada sejumlah aspek Yoga yang paling menarik baginya. “Yoga mengajarkan saya self love dan self acceptance,” rincinya lagi.

Tak hanya itu, Laura juga menyadari bahwa Yoga selalu mengajarkan bahwa kita di hidup di alam semesta ini dan menjadi bagian dari alam semesta sehingga nama-nama asananya pun diambil dari benda ataupun makhluk hidup yang ada di alam semesta ini.

Saat di kelas dan mengajar Yoga, Laura suka adanya interaksi dengan murid dan membuat mereka merasa yoga itu fun. “Sehingga saat saya berikan sedikit ‘siksaan’, saya ajak mereka tersenyum agar tubuh dan pikiran kita lebih rileks sekalipun sedang lelah,” kata Laura dengan nada jenaka.

Ingin lebih tahu lebih banyak bagaimana kelas Laura? Simak dan ikuti kelasnya yang bertema “Leap of Faith” di kelas komunitas Yoga Gembira mendatang pada tanggal 14 Juni 2020 pukul 7 pagi. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *