Linda Zainuri Temukan Kekuatan dalam Yin Yoga

 

Menyenangkan. Begitu kesan Linda Zainuri saat pertama menyaksikan orang yang tengah melakukan yoga. Dari kesan pertama itu, perjalanan Linda menuju yoga kemudian bergulir.
Berbekal keingintahuan yang meluap, ia memberanikan diri untuk menekuni yoga lebih dalam lagi. Begitu ia merasakan makin banyak manfaat yang ia dapatkan dari yoga, ia pun merasa terdorong untuk berbagi pengalamannya.

“Saya mulai lebih serius mendalami yoga ketika salah satu guru saya menyarankan untuk ikut (yoga) teacher training,” terangnya setelah mengajar kelas “Yin Yoga: Strength is Mobility” pada hari Minggu (27/8/2017) kemarin.

Semangat belajarnya yang tinggi menuntun Linda ke sejumlah guru yoga terkemuka di nusantara. Di antara nama-nama itu, ia menyebutkan Uci Wijayanto yang dikenal sebagai pengajar yin yoga dan pendiri sekolah yoga Jaganatha. Kemudian ada pula Decky Karunia yang semakin berkibar dengan sekolah Yoga Mix yang dirintis “Master” Slamet Riyanto. Tidak ketinggalan ia juga menjadi murid Denise Payne, guru yoga dari AS yang bermukim di Ubud, Bali.

Jika sebagian orang memiliki tujuan utama dalam menekuni yoga seperti ingin menurunkan berat badan, memperbaiki bentuk tubuh, atau memulihkan tubuh pasca cedera atau sakit, Linda mengaku tujuannya yang pertama dan paling utama ialah “ingin menjadi orang yang lebih baik setiap harinya.” Sebuah tujuan yang sederhana dan penuh makna.

Tentang jenis yoga yang paling disukai, Linda berpendapat,”(Yoga) yang bisa memberikan manfaat kesehatan dan kebaikan. Karena bisa menjadikan kita manusia yang lebih baik.”

Bagi Linda yang telah mengajar, self practice penting artinya. “Saya berusaha menyediakan waktu setiap harinya (untuk latihan) atau mengikuti beragam¬†workshop.”

Ditanya tentang asana yang ia paling sukai, Linda tidak secara spesifik menjawab tetapi ia lebih memilih untuk merinci asana yang kurang ia sukai. Dengan yakin ia menjawab bahwa asana yang kurang ia sukai ialah yang bisa membahayakan jika tidak dilakukan dengan teknik yang benar atau di bawah pengawasan guru yang berpengalaman.

Menurut Linda, yoga tak cuma di atas mat atau dalam kelas yoga. Ia meyakini bahwa yoga juga bisa diterapkan dalam tiap kegiatan sehari-hari. Misalnya, jelas Linda, “ketika bernapas (napas yang baik), ketika berdiri (tadasana yang benar) dan ketika duduk (posisi tulang punggung dan sisi badan tinggi tidak memberatkan lumbar).

Dalam kelasnya, Linda menjelaskan singkat pengertian penting dalam ilmu yin yoga: grounding, holding, dan relaxing.¬†“Grounding artinya bagian yang menyentuh bumi harus menapak kuat di bumi,” tuturnya.

“Sementara itu, holding artinya menahan pose meskipun ada sensasi atau rasa tidak nyaman yang muncul dengan napas panjang (minimal 3 menit per postur yin yoga),” imbuh Linda.

Yang terakhir, relaxing artinya melakukan suatu postur terus menerus sampai sensasi rasa tidak nyamannya sirna, dan berganti menjadi nyaman.

Bagi Anda yang memiliki masalah dengan ketegangan (tension) pada otot-otot tubuh karena beragam faktor, yin yoga bermanfaat untuk melepaskan (release) ketegangan otot sampai ke jaringan fascia (jaringan pembungkus otot dan organ dalam tubuh). “Yin yoga juga bekerja lebih dalam dan terasa hasilnya sampai ke sistem syaraf (nervous system) sekaligus memperkuat persendian.” (*Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *