Markandeya Yoga- Menyerap Energi Sang Surya

Screen Shot 2016-04-18 at 22.14.52Menyelaraskan hidup bersama alam dengan menyerap penuh energi sinar matahari dan bulan merupakan esensi dari Markandeya Classical Hatha Yoga.

I Wayan Bagus mencoba menjelaskan gerakan utama dalam Markandeya ini. Berasal dari kata Hatha yang diterjemahkan sebagai Ha yang berarti ‘matahari’ dan Tha yang berarti ‘bulan’. Hatha yoga berarti jalan menuju terciptanya keseimbangan diri dan menyatukan pada batin dan fisik dengan memfokuskan diri pada napas dan energi Surya.

Seperti pada umumnya manfaat yoga, gerakan Markandeya diharapkan dapat berfungsi sebagai healing baik fisik maupun psikis bagi peserta.

Pada sesi ini, I Wayan Bagus yang biasa dipanggil dengan Bli Bagus mengajak peserta Yoga Festival 2016 melakukan gerakan yang mengaktifkan tujuh cakra utama tubuh yaitu cakra dasar (muladhara) terletak di ujung tulang ekor, cakra seks (swadisthana), cakra pusar (manipuraka) terletak di pusar, cakra jantung (ivishnu) terletak di tengah dada, cakra tenggorokan (vishuddhi) terletak di tenggorokan di bawah pita suara, cakra mata ketiga (ajna) terletak di antara kedua alis, dan cakra mahkota (sahasrara) terletak di ubun-ubun.

Pengaktifan tujuh cakra ini diikuti dengan memasukkan energi panas matahari ke dalam tubuh, sambil melakukan pernapasan yang teratur dan lambat.

Cakra sebagai pusat energi yang berputar dan selalu bergerak aktif di dalam tubuh sangat penting peranannya dalam aktivitas keseharian kita.

Di dalam gerakan yoga, apabila ketujuh cakra ini sudah aktif, menurut Bli Bagus, akan memudahkan peserta untuk melakukan gerakan yoga yang lebih berat seperti headstand, dan itu terbukti dengan keberhasilan beberapa peserta yang ikut di arena utama Yoga Festival di Taman Menteng hari ini.

Bagi peyoga pemula, gerakan Markandeya ini mungkin agak sedikit berat tetapi dengan panduan yang detail, diikuti dengan bantuan langsung dari tim Bli Bagus, Renti, peserta yang semula sudah menyerah terlihat bersemangat mengikuti seluruh gerakan. Beberapa gerakan dasar yoga juga dilakukan pada Markandeya seperti Warior 3, dan twisting.

“Jangan lupa senyum. Dalam mengaktifkan cakra, senyum itu penting. Biar lebih maksimal hasilnya.” Kalimat itu berulang diucapkan Bli Bagus guna menyemangati peserta agar bisa mengikuti gerakan yang dipandunya.

Tak terasa waktu 1,5 jam yang dijadwalkan untuk Markandeya Yoga terlewati. Beberapa peserta yang memang sudah mengikuti beberapa kelas sebelumnya terlihat basah keringat dan lelah. Namun tetap tersenyum mengakhiri gerakan Markandeya Yoga.

Namaste. (*Rahayu Ningsih: Photo credit: Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *