Meditasi dan Kesehatan

Diwien Hartono mengajar Meditasi dan Kesehatan di arena satu YogFest 2015, 24 April 2015 di Taman Menteng, Jakarta. Wanita mungil yang konon namanya berasal dari nama seorang putri Yunani ini memaparkan bahwa meditasi dapat dipakai untuk memindai tubuh, merasakan apakah ada yang tidak harmonis di dalam tubuh. Melalui meditasi  kita bisa mengharmoniskannya sehingga kesehatan kita pulih. Tidak harus tenang. Dengan suasana apa pun teknik meditasi bisa membantu kita memindai tubuh dan melakukan upaya untuk mengharmoniskannya.

Sebelum mulai, Bu Diwien mengajak peserta melakukan meditasi pembuka: Duduk hening, serileks mungkin. Tutup mata. Yang memakai kacamata diminta melepaskannya. Tidak usah fokus. Just be in the moment.

Usai meditasi, Bu Diwien menjelaskan bahwa sebagai manusia kita terdiri dari empat komponen:

  1. Jiwa, disebut juga spirit/ruh
  2. Batin: buah pikiran, pengalaman hidup sejak dikandung hingga hari ini.
  3. Energi
  4. Raga/badan

Ada dua penyebab sakit yaitu primer dan sekunder. Penyebab primer adalah batin, sementara penyebab sekunder terdiri dari diet, gaya hidup (salah satunya adalah olahraga) dan lingkungan.

Modal penyembuhan:

  1. Napas, yang merupakan penjembatan pikiran. Dari napas kita bisa mendeteksi ketidakharmonisan.
  2. Sentuhan, yang membuat efek relaksasi.
  3. Sebagai manusia, kita dirancang untuk bergerak. Kurang bergerak mengakibatkan organ tubuh terganggu kinerjanya. Bergerak secara sengaja untuk mengaktifkan sendi-sendi dan anggota tubuh.
  4. Kita bisa mengenali diri sejati dalam keheningan.

Keempat modal ini melekat pada diri kita, bisa kita lakukan di mana pun, kapan pun. Meditasi dapat dilakukan sambil jalan, sambil makan, sambil lari.

Pada kesempatan ini, Bu Diwien mengajarkan dua metode meditasi kepada para peserta YogFest 2015. (Dina Begum)

Kelas-Diwien-Hartanto

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *