Mencintai Diri Sendiri Dipandu oleh Suha Hoedi

Agenda lain pada hari pertama YogFest 2015 hari pertama di Taman Menteng, 24 April adalah sesi How to love yourself more.  Sesi ini dipandu oleh Suha Hoedi, seorang terapis bersertifikasi yang ahli dalam tapas acupressure technique, aroma massage, nippon shiatsu dan bach flower. Sesi ini mengajak para peserta untuk belajar mencintai diri sendiri. Banyak orang yang kurang mencintai diri mereka sendiri karena berbagai alasan. Setiap orang memiliki cerita masing-masing yang kadang memberikan memori buruk. Ini membuat orang tersebut kurang mencintai diri mereka sendiri. Kadang mereka kurang memiliki kepuasaan atas fisik mereka, pencapaian prestasi mereka dan kondisi mereka lainnya. Setiap orang memang unik dan memiliki cerita masing-masing. Namun, mereka perlu lebih mencintai diri mereka sendiri bagaimanapun kondisi mereka.

Suha memulai sesi dengan menceritakan ceritanya di masa kecil. Suha mengalami masalah perundungan atau bullying dari teman-temannya. Di samping itu, keluarga juga tidak terbiasa memberikan kesempatan berbicara dari-hati-ke-hati antara orang tua dan anak-anaknya. Keluarga menjadi jarak yang kurang memberikan keleluasaan curhat bagi anak-anaknya. Ini berdampak buruk bagi si anak. Seberapa buruknya pun pengalaman seseorang, selalu ada cara untuk menghilangkan memori buruk tersebut. Salah satunya adalah dengan metode tapas acupressure technique (TAT). TAT adalah latihan prgerakan yang menekankan pada sentuhan pada titik-titik tertentu tubuh yang dirasakan memberikan manfaat bagi pengurangan memori buruk seseorang. Dalam sesi sore ini, peserta diajak melakukan gerakan TAT sederhana yakni dengan meletakkan jari di antara alis dan satu jari di tengah-tengah jari tersebut dengan posisi agak ke atas. Satu telapak tangan lainnya diletakkan di belakang kepala.

Sebelum melakukan pergerakan, peserta diajak untuk menuliskan apa saja kekurangan yang mereka miliki yang menjadi penyebab mereka kurang ‘mencintai’ diri mereka sendiri. Setelah menulis ‘I am not….enough‘, peserta melakukan gerakan TAT dipandu oleh Suha. Peserta diajak untuk membayangkan kekurangan-kekurangan tersebut, membayangkan kekurangan itu hadir di hadapan mereka, mengobrol dengan kekurangan itu dan menerima apa adanya sebagai bagian tak terpisahkan dari tubuh mereka. Peserta terlihat fokus dalam sesi ini, sebagain juga baru pertama kali mengikuti latihan TAT.

Usai sesi, peserta diajak tanya jawab. Beberapa pertanyaan dilontarkan peserta dan respon yang diberikan Suha antara lain kondisi tempat dan suasana latihan akan menentukan hasil latihan maksimal atau sebaliknya. Suha juga mengatakan alasan posisi jari di antara dua alis masih menjadi tanda tanya. Sebagian orang percaya di situlah letak mata ketiga dan pusat keseimbangan. Para peserta merasakan manfaat dari TAT ini dan tertarik untuk mencobanya lagi di kemudian hari. (Johar Zauhariy)

TAT 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *