Mengenal Lebih Dekat Mia Octora, Sang Power Yogini

Banyak orang ikut kelas yoga karena tergiur khasiatnya yang konon bisa menurunkan berat badan. Salah satu yang tertarik dengan efek weight loss yang dimiliki yoga ialah Mia Octora. Ia mengakui dahulu mencoba yoga untuk pertama kali karena merasa dirinya kegemukan.Dan memang itulah efek positif pertama yang ia rasakan dari rutinitas yoganya.

“Meski sekarang juga masih (gemuk-pen) tetapi berkat yoga, saya merasa lebih baik. Tubuh lebih kuat, lebih kencang dan lentur.” Alih-alih terus terobsesi dengan keinginan menjadi lebih kurus, Mia kini mengubah tujuannya dalam beryoga untuk menjaga kesehatan secara alami.

Mia menjaga kebugarannya dengan beryoga di salah satu pusat kebugaran dua kali seminggu. “Kadang saya suka ikut kelas-kelas yoga di luar gym langganan juga,” tutur pengajar yoga yang juga ibu rumah tangga penuh waktu ini.

Sepanjang pengalamannya sebagai seorang murid dalam beragam kelas yoga, ia memiliki definisi guru yoga idealnya. “(Orangnya) sabar, tegas dan baik hati,” terang ibu dengan anak perempuan yang ia mulai ajak yoga ini.

Saat ditanya sosok guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang, Mia menyodorkan satu nama: Martin Elianto. Itu karena ia menganggap sang guru bisa memberikan instruksi dengan baik, bisa berinteraksi (mingle) dengan murid-muridnya, sabar tetapi tetap bersikap tegas demi kemajuan murid-muridnya.

Jenis yoga yang paling Mia sukai ialah Power Yoga. “(Alasannya) karena lebih menantang. Saya suka gerakan-gerakan yang sulit dan rasanya senang sekali kalau sudah berhasil melakukannya dengan baik.”

Soal jenis asana yang paling senang dilakukan, Mia yang sangat suka melancong ini mengaku menyukai  inversion dan arm balance karena lebih menantang.

Lain cerita jika perempuan yang lulusan Yoga Teacher Training YogaMix ini harus melakukan postur-postur memuntir tubuh. “Yang saya tidak suka kalau twisting lalu binding tangannya di belakang, suka mentok sama perut,” ungkapnya jujur.

Untuk mengintegrasikan yoga dalam kehidupan sehari-hari, ia memiliki triknya sendiri.” Yoga yang pasti untuk kesehatan,dan dalam yoga kita berlatih keseimbangan, pernafasan, kesabaran, ketenangan. Semua itu bisa diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari, dari saat kita bangun tidur, di mobil, di kamar mandi.”

Meskipun sudah mengikuti pelatihan guru yoga, Mia masih ingin meningkatkan pengetahuan yoganya. Ke depan ia berencana untuk mengikuti Yoga Teacher Training 200 jam dan 500 jam.

Menurut Mia, yoga tidak hanya ditujukan untuk kaum Hawa. Para pria juga bisa mengikutinya. Kekuatan seseorang tidak dilihat dari besar tubuhnya. Yoga itu juga tidak mengenal usia, yoga tidak harus kurus, yoga tidak harus untuk orang yang sehat. Semua orang bisa melakukan yoga, tegasnya.

Ia menilai perkembangan yoga dalam beberapa tahun terakhir ini sangat baik. Komunitas Yoga sekarang sudah meluas, bahkan sampai ke daerah-daerah di luar Jawa.

Kini Mia memiliki keinginan untuk memperdalam aspek chakra yang ada dalam yoga. Menurutnya ini aspek filosofi/ non-asana dalam yoga yang menarik. Ia ingin tahu secara lebih mendalam bagaimana chakra itu bisa mempengaruhi tubuh ketika berlatih yoga.

Sebagai pengguna media sosial dan pengajar yoga, Mia memiliki pandangan soal media sosial. “Media sosial bisa menginspirasi kita untuk berlatih yoga,” tukas pemilik akun Instagram @midol_mia ini. (*Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *