“MORE FAT MORE FLEXIBLE: FACT OR MYTH?”

20160417_135750Setelah break time selama kurang lebih sembilan puluh menit, YogFest 2016 sesi keempat di hari kedua tanggal 17 April 2016 yang diselenggarakan di Taman Menteng ini kembali digelar. Setiap guru sudah siap untuk sharing di arenanya masing-masing. Tidak kalah di sudut Arena 2, sudah ada combo teacher Decky Karunia dan Catur Ferdaniel siap berbagi ilmu.

 

Seolah sudah mendapat restu dari alam semesta, mereka berdua dipertemukan dalam kelas yang mereka usung dalam tema “More Fat More Flexible: Fact or Myth?”

 

Sering kita dengar, dalam beryoga, salah satu pemikiran yang kerap timbul akibat stereotype adalah latihan yoga hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki tingkat fleksibilitas (kelenturan) yang tinggi, orang-orang yang kuat secara fisik dan orang-orang yang bertubuh langsing.

 

Di dalam kelas ini, Catur dan Decky ingin mematahkan stereotype tersebut. Mereka mengatakan bahwa olahraga apapun, termasuk yoga, bisa dilakukan oleh siapapun, usia berapapun, dan berapapun berat badan seseorang. “Yoga is for everybody,” they say. Postur tubuh mereka berdua pun sebenarnya dapat membuktikannya tanpa perlu penjelasan kata.

Sehingga bagi para pemula? tidak lentur? gemuk? Tidak perlu merasa terindimidasi.

 

Sebelum latihan dimulai, Decky mengutarakan bahwa ada empat faktor yang dapat membedakan tingkat fleksibilitas seseorang. Yang pertama adalah otot – faktor yang sangat bisa dilatih. Yang kedua, joint atau persendian. Ketiga, kulit. Dan yang terakhir adalah tulang.

 

Latihan dimulai dengan perenggangan hamstring dan teknis pernapasan.

Dalam kelas yang berdurasi 1 jam 30 menit tersebut, peserta dibawa ke dalam nuansa dan suasana kelas yang begitu menyenangkan. Bahasa dan instruksi yang cukup luwes namun lugas serta arahan yang pas membuat para peserta dapat dengan mudah mengikuti setiap asana yang diajarkan.

 

Walaupun cuaca di luar arena tengah turun hujan cukup deras, namun tidak meredupkan semangat para peserta untuk tetap dapat mengikuti kelas hingga selesai.

 

Salah satu peserta, Ibu Teti dari Sukabumi, mengatakan kelas yang diajarkan Decky dan Catur sangat fun. Namun bukan hanya sekadar fun, Ibu Teti juga mengatakan banyak manfaat bagi dirinya terutama mengenai teknik bagaimana meningkatkan self-awareness dalam beryoga, terutama untuk pose-pose yang memerlukan tingkat fleksibilitas cukup tinggi.

 

Sebagai bonus, kelas ditutup oleh Catur yang memberikan sedikit teknik Thai Massage yang dapat dilakukan sendiri seusai latihan yoga.

 

Thus, pertanyaan “More Fat More Flexible: Fact or Myth?” agaknya terjawab sudah di dalam kelas Decky dan Catur ini.

 

Dan jika kita memiliki tubuh yang relatif tambun, merasa kurang fleksibel, namun ingin berlatih yoga dan ingin melakukan pose-pose yang bukan hanya indah, tapi juga bermanfaat bagi tubuh masing-masing. Jawabannya adalah BISA. BANGET!

 

Ria – melaporkan dari arena dua setelah kelas Catur dan Decky Karunia selesai jam tiga.

namaSTAYgood _/\_

(*Ria/ Foto: Ria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *