Ningrum Ambarsari: Dari Asana ke Yama dan Niyama

Belajar yoga membutuhkan kesabaran karena prosesnya begitu panjang sebab yoga sendiri ialah subjek yang kompleks dan kaya. Begitu pula yang dialami oleh pengajar yoga kita kali ini, yang telah mengenal yoga sejak 14 tahun lalu. Sejak menikah di tahun 2003 Ningrum Ambarsari, MBA, ERYT500, mengenal yoga secara tradisional di Singaraja, pulau dewata Bali. Saat itu pranayama dan meditasi yang diperkenalkan kepadanya diakui mampu memberikan manfaat untuk menuju diri yang lebih baik. Kesempatan Ningrum menekuni yoga asana dimulai 2010 lalu dan  berproses hingga sekarang dalam menggeluti dan mendalami pengetahuan yoga. Kepada Yoga Gembira, ia berbagi mengenai sejumlah pandangan soal yoga.

Bagaimana kesan pertama Anda saat melihat yoga?

Sesi meditasi di dalam kelas yoga pertama saya yang membuat saya jatuh cinta terhadap yoga. Betapa menenangkan di tengah kepenatan pikiran sebagai dosen, meditasi merupakan jawaban untuk semua ketegangan di pikiran dan tubuh.

Adakah tujuan paling utama dalam yoga?

Sesuai dengan visi misi sekolah yang sy bangun di YTT CYC (Yoga Teacher Training Cibubur Yoga Center), tujuan saya adalah bagaimana memberikan pengetahuan tentang disiplin dan etika diri (Yama Niyama) dalam kehidupan dan menjalaninya sebagai kebiasaan bersikap keseharian, serta memberdayakan setiap individu untuk mampu memberikan kebaikan dan energi yang positif kepada masyarakat sekitar dalam lingkup yang terkecil sesuai kemampuan masing-masing.

Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?

Saya memiliki sejumlah guru yang saya anggap paling inspiratif, yakni Noah Mazé, Deera Dewi, Koko Kapha Yog, dan Arne Espejel.

Manfaat apa yang pertama dirasakan setelah beryoga?

Yang langsung saya rasakan ialah tingkat daya tahan tubuh yang lebih baik.

Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?

Guru yoga yang baik ialah yang mampu menjadi inspirasi kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya dan menjadi teladan dalam beretika, bertindak, bersikap dan berucap.

Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?

Saya paling menyukai Ashtanga yoga, karena membutuhkan disiplin yang tinggi dalam mencapai tujuan latihan yoga itu sendiri, baik itu kelenturan tubuh, kekuatan, fokus dan konsentrasi, serta mendengarkan tubuh secara seksama.

Bagaimana dan sesering apa Anda beryoga? Setiap hari atau beberapa kali seminggu?

Setiap hari minimal 1 jam dalam jelas mengajar maupun latihan sendiri.

Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?

Core arm balance sangat menjadi favorit karena memberikan kekuatan kepada tubuh. Tetapi di sisi lain, saya kurang menyukai asana yang berkaitan dengan pinggul atau hips, walau begitu sangat dibutuhkan karena pinggul saya yang sangat kaku.

Bagaimana yoga Anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?

Dengan mengaplikasikan unsur-unsur yama niyama semampunya secara bertahap untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *