Pikat Dongeng Kak Aio sebagai Media Edukasi Anak

Dongeng-Aio-1

Memikat perhatian anak-anak, bukanlah pekerjaan mudah. Keinginan untuk bebas bermain, kesulitan untuk fokus, menjadikan anak-anak susah diajak menyimak perkataan kita.

Namun, melalui pikat dongeng, Kak Aio berhasil mencuri perhatian anak-anak. Awalnya ketika Kak Aio mulai membuka dongeng, anak-anak cuek tak karuan. Setelah Kak Aio membuka interaksi dengan mereka, anak-anak pun mau menyisihkan sebagian perhatiannya.

Sebagian perhatian yg mulai tercipta cukup bagi Kak Aio untuk meningkatkan interaksi lebih dalam dari anak-anak. Kak Aio menawarkan dua alternatif pilihan dongeng. Pertama dongeng yg bagus dan kedua dongeng yang lucu. Ternyata hampir keseluruhan anak-anak memilih dongeng lucu.

Mengambil nama seorang anak bernama Hana yang bersedia menjadi sukarelawan, Kak Aio pun bercerita tentang Hana yang takut tidur sendiri.

Dongeng sederhana tentang Hana yang takut tidur sendiri dan bagaimana ayah Hana berusaha menenangkan Hana benar-benar melarutkan anak-anak dalam cerita yang penuh imajinatif.

Inti pesan yang ingin disampaikan Kak Aio dengan dongeng ini adalah, kalau ingin mendapatkan sesuatu yang baik harus melakukannya dengan baik.

Berbekal ekspresi, permainan vokal yang kreatif, interaksi yg terbuka, dan penggalian imajinasi yang tanpa batas, dongeng Kak Aio mampu menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada anak-anak secara nyaman dan maksimal. Harus diakui dongeng merupakan sebuah metode pembelajaran efektif yang layak dikuasai para orang tua, pengajar, dan semuanya yang peduli dengan pembelajaran anak-anak.

Tak hanya menyuguhkan dongeng, usai mendongeng, Kak Aio juga berhasil mengajak anak-anak bertualang melalui eksplorasi imajinasi yang dikemas via lagu dan kata-kata yang seperti menghipnotis anak-anak bermain dengan khayalannya. Hasilnya tanpa kemana-mana, hanya dipandu kata-kata Kak Aio, anak-anak berhasil melakukan petualangan menantang ke hutan yang indah menawan. Akhirnya, anak-anak nampak terkesan. Yang disampaikan Kak Aio sepertinya berhasil tertanam di benak anak-anak. Sungguh luar biasa.

Kakak Aio yang nama lengkapnya M. Ariyo Faridh Zidni adalah pengajar di UI untuk program vokasi. Dengan tujuan mempopulerkan dongeng yang sederhana, baik, dan mudah diterima anak-anak dan orang dewasa, dibuatlah komunitas “Ayo Dongeng Indonesia” pada 2011. Kegiatannya berupa kampanye, pelatihan mendongeng untuk para guru dan praktisi pendidikan, serta dongeng kejutan ditempat-tempat publik. “Di luar negeri sudah bagus tingkat literasinya,  banyak banget dongeng kejutan. Biasanya di taman-taman, rumah sakit, sekolah dan di museum,” cerita Kak Aio.

Saat ini, Kak Aio sedang sibuk mempersiapkan Festival Dongeng Indonesia yang diadakan setahun sekali. Tahun ini merupakan Festival ke-3 yang direncanakan akan digelar selama dua hari pada 31 Oktober – 01 November 2015 di Museum Nasional Jakarta. Acara akan diisi oleh pendongeng dari Singapura, India, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Datang yah, gratis lhooo… 😉 (Rohmah Sugiarti)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *