Pujiastuti Sindhu dan “Heart Yoga for Awareness”

Yoga untuk hati. Itulah yang ingin dirasakan Pujiastuti Sindhu dalam kelasnya di YogFest 2015 yang ia namai “Heart Yoga for Awareness”. Yogini yang dikenal dengan Yoga Leaf di Bandung itu lebih dari sekadar rangkaian asana atau pose yoga untuk menyehatkan raga, tetapi juga meningkatkan kesadaran terhadap kehadiran nurani atau qalbu dalam diri manusia.

Dalam perjalanan mencapai itu, Pujiastuti atau yang akrab dipanggil Teh Uji itu mengajar dengan menggunakan sejumlah asana yoga yang bertujuan untuk mempermudah peserta membuka nurani mereka.  Karena nurani ini memiliki asosiasi dengan bagian thorax atau dada, diberikanlah serangkaian pose yang bersifat membuka tangan, bahu dan dada, seperti trikonasana (pose segitiga), parsvakonasana dan variasinya, ardha candrasana, dan sebagainya. Sekuen gerakannya pun dibagi menjadi beberapa bagian. Di antara sekuen itu diberikan jeda untuk beristirahat sambil bermeditasi.

“Asana sebagai pintu meditasi. Kuasai tubuh, perlambat geakan, pikiran akan menjadi tenang, itulah meditasi,” kata Teh Uji. Karena sifatnya yang masih bergerak, meditasi ini bisa digolongkan sebagai meditasi bergerak atau moving meditation. Meskipun masih ada gerakan fisik, kondisi pikiran dijaga untuk lebih tenang, rileks sehingga nantinya akan meningkatkan kesadaran, membangkitkan kembali nurani atau hati agar dapat hidup lebih penuh. Pada gilirannya akan muncul kasih sayang (compassion), cinta tanpa syarat (unconditional love), syukur (gratitude) dan kepasrahan (surrender). Inilah nilai-nilai positif yang membimbing kita sebagai makhluk lebih dekat menuju Sang Khalik. Dalam konteks yoga, inilah yang disebut sebagai hubungan antara Atman (manusia) dan Brahman (Sang Pencipta).

Dengan mengenal Tuhan YME lebih baik melalui meditasi tadi, peserta diajak mengenal dirinya pula. Diri mencakup tubuh fisik, pikiran dan jiwa yang lebih abstrak. Setelah mengenal diri dan Pencipta lebih baik, diharapkan kita dapat mengenal dan menyadari adanya satu titik dalam qalbu yang terhubung langsung dengan Sang Khalik.

Pujiastuti yang juga memiliki perhatian tinggi pada upaya pemberantasan korupsi ini mengaitkan kelas yoganya di hari terakhir YogFest itu dengan gerakan antikorupsi. Ia meyakini saat nurani atau hati seseorang telah hidup dan memancar, ia akan lebih mampu menyadari nilai-nilai yang benar dan salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *