Raja Nadhira: Bugar, Fleksibel, Tenang dan Fokus Berkat Yoga

Akan membawakan kelas bertema “Side Body Flow” di Komunitas Yoga Gembira, Raja Nadhira menggambarkan kelas yoga yang ia ampu sebagai kelas yang dapat diikuti semua level, dari pemula (beginners) sampai menengah (intermediate) bahkan mahir (advanced). Berikut ialah petikan wawancara sang instruktur (RN) yang gemar melahap buku-buku fiksi di waktu senggangnya ini bersama YogaGembira.com (YG). Selamat membaca.

YG: “Kapan dan bagaimana Anda bisa mengenal yoga hingga seperti sekarang?”

RN: “Saya mulai yoga di tahun 2016, awalnya melalui kelas privat dengan Tio Rosaline di studio Blesyoga. Sejak itu, ketertarikan saya dengan yoga bertambah sehingga mencoba kelas dan guru lainnya, dan akhirnya di tahun 2018 mengambil pelatihan mengajar yoga (yoga teacher training) di GudangGudang Yoga Studio.”

YG: “Apakah tujuan paling utama dalam yoga?”

RN: “Bagi saya, tujuan utama saya latihan yoga adalah untuk mencapai pembebasan jiwa (liberation of the soul) dan penyatuan dengan diri (unity with the inner-self.)”

YG: “Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?”

RN: “Walau banyak sekali guru yang sudah mempengaruhi perjalanan yoga saya. Namun, guru yang paling inspiratif bagi saya adalah guru Jivamukti Yoga, Arif Santosa.”

YG: “Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?”

RN: “Di luar efek kebugaran dan fleksibilitas, saya merasa yoga melatih saya untuk lebih tenang dan fokus kepada momen sekarang (present moment).”

YG: “Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?”

RN: “Guru yoga yang ideal adalah yang guru yang mampu beradaptasi pada keadaan dan kemampuan murid, serta membuat murid merasa disambut baik (welcome) dan senang menjalankan latihan yoga.”

YG: “Seperti apa dan bagaimana kelas yang Anda ajar?”

­­RN: “Siapa saja bisa mengikuti kelas saya dengan syarat ia bersikap terbuka untuk menjelajahi kemampuan tubuh dan diri sendiri. Gaya yoga saya lebih mengarah pada Vinyasa, atau terkadang campuran antara Vinyasa dan Hatha. Saya kerap mengajarkan satu pose dengan lebih mendalam, lalu memasukkan pose itu dalam sebuah sekuen vinyasa.”

YG: “Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?”

RN: “Saya suka latihan dengan menggabungkan antara Vinyasa dan Hatha Yoga, karena Vinyasa mencegah agar murid tidak bosan sedangkan Hatha memberikan kesempatan murid untuk menjajal asana lebih mendalam.”

YG: “Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?”

RN: “Saya latihan 3 kali seminggu, dan mengajar 2 kali seminggu.”

YG: “Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?”

RN: “Asana yang paling saya sukai adalah bakasana, karena itu adalah asana jenis arm balance pertama yang saya pelajari. Tidak ada asana spesifik yang tidak saya sukai, walau masih banyak yang belum bisa juga.”

YG: ”Bagaimana yoga Anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?”

RN: “Saya berusaha meluangkan waktu untuk meditasi setiap hari, dan juga untuk fokus pada saat ini (focus on the present moment) dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.”

YG: “Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?”

RN: “Menurut saya, minat terhadap yoga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang sudah ada berbagai jenis yoga yang diajarkan, dan studio yoga sudah cukup banyak, khususnya di Jakarta. Banyak juga pelatihan mengajar yoga (yoga teacher training), yang berarti sudah banyak sekali guru yoga bersertifikasi di Indonesia.”

YG: “Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?”

RN: “Pertama kali saya mengajar, saya membuat kelas yang hanya berisi teman dan keluarga, di mana saya berkesempatan mengajarkan surya namaskara atau sun salutation A dan B saja. Karena di depan teman dan keluarga, untungnya saya tidak terlalu merasa grogi.”

YG: “Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?”

RN: “Untuk saya, bagian yang paling menarik dari yoga adalah definisi dari yoga sendiri yaitu union atau kesatuan. Saya mengartikan ini sebagai menyatunya mind dan body dengan jiwa (soul) atau energi kehidupan (life force) yang berada di dalam setiap manusia dan juga semua makhluk hidup. Ini sangat terasa saat menjalankan yoga asana, di mana kita selalu diminta untuk fokus pada nafas dan sensasi dalam tubuh, tanpa terlalu banyak berpikir dan membandingkan diri dengan orang sekitar.”

Walau sekarang yoga seringkali dianggap identik dengan asana tetapi pengertian dari yoga itu sendiri cukup luas dan dapat diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Saat kita beraktivitas apapun, bila dilakukan dengan cara “yoga”, yaitu fokus pada momen dan kegiatan tersebut, tanpa memikirkan masa lalu atau masa depan, maka saya percaya aktivitas tersebut akan terasa lebih menyenangkan dan juga dapat diselesaikan dengan lebih baik.

Bagi saya, merasakan adanya kesatuan dengan universal life force juga memotivasi saya untuk menjaga lingkungan, saat ini utamanya dengan mengurangi konsumsi plastik sekali pakai (single-use plastic). Merusak lingkungan tentunya menyakiti manusia dan semua makhluk hidup juga karena kita semua berasal dari satu energi kehidupan (life force).”

YG: “Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?”

RN: “Bagi saya, aspek latihan yoga asana yang paling menarik adalah sankalpa, atau niat (intention) yang dibentuk oleh yogi di awal latihan. Bagi saya, sankalpa ini sangat penting karena dapat mengarahkan pengalaman latihan secara menyeluruh.”

YG: “Di mana dan kapan Anda rutin mengajar yoga?”

RN: “Saya mengajar setiap hari Minggu jam 7:30 pagi di Selatan, Jl. Benda no. 89, Kemang; dan setiap hari Kamis jam 8:00 di Gudang Gudang Yoga Studio, Jl. Kemang Timur no. 88. Saya juga baru saja buka studio sendiri di daerah Pulomas. Saat ini baru dibuka berdasarkan perjanjian (by appointment) saja, namun bisa ikuti akun Instagram saya (@rajanadhira) untuk info lebih lanjut mengenai jadwal kelas.” (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *