Redha Hajir; Yoga Seperti Bhineka Tunggal Ika, Banyak Perbedaan Tetapi Tetap Satu

Minggu, 7 Oktober 2018 kita akan beryoga bersama Redha Hajir dalam tema Arm Balance, lelaki berdarah Minang ini telah jauh jauh hari melakukan wawancara dengan team Yoga Gembira, ia juga sangat rajin hadir pada acara – acara yoga di seputaran Jakarta,  Awal saya mengenal yoga adalah dari iklan komersil sabun, modelnya Rachel Welch dan diiklan tersebut beliau berpose dengan mencium lutut, katanya memulai percakapan, lalu pada tahun 2001 saya mulai rutin berlatih di JNICC bersama Goel Singh, oh ya dalam melakukan apapun saya selalu punya tujuan, nah dalam beryoga tujuan saya hanya satu, Olah Raga, tujuan ini sangat sesuai dengan tema yang saya berikan pada kelas yang saya ajar, yaitu Power Yoga. Untuk saya manfaat dari yoga adalah dapat menghilangkan ketegangan dan mendapatkan relaksasi juga hati menjadi gembira dan tentu saja tubuh menjadi segar. Guru yang membekas dalam ingatan dan hati saya adalah Dorin Singh pengajar di JINCC, karena beliau sangat rendah hati dan bekerja tanpa pamrih, Ia juga memberikan pandangan tentang guru yoga yang ideal menurutnya, jadilah pengajar yang tulus dan tidak money oriented, juga dapat menjaga tutur kata dan sikap, bijaksana dalam segala hal terutama di media social, karena tidak dapat dipungkiri kita hidup di jaman serba cepat dan serba canggih dan media social adalah wajah kita di dunia maya, jadi hindari sikap saling nyinyir dan berkata tajam, karena walau bagaimanapun kita masih orang Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika, tandasnya.

Saat ini beliau mengajar pada sebuah pusat kebugaran dan mengajar di beberapa kantor di Jakarta, ia memiliki hobby bernyanyi di sela kesibukannya mengajar yoga, Dalam mengajarkan yoga saya selalu menyesuaikan dengan murid saya, semisal di pusat kebugaran akan saya berikan metode Vinyasa tetapi kalau di kantoran dan peserta yoganya sudah berumur maka akan saya berikan banyak relaksasi, Aspek yang paling menarik dan mendasar dalam beryoga adalah dalam yoga ada unsur ‘Bhineka Tunggal Ika’ walalupun dengan orang lain kita memiliki suku, agama dan ras yang berbeda tetapi kita harus menghormati dan menghargai orang lain, perkembangan dunia yoga sekarang sangat baik, karena banyak orang makin sadar akan pentingnya kesehatan, tuturnya menutup pembicaraan. (Lydia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *