Rian Lesmana : Strong Like A Tree

Rian Lesmana adalah pengajar di Taman Suropati pada Minggu, 30 September 2018, Ia memilih tema ‘Strong Like A Tree’ pada kelas yang dipimpinnya, kami melakukan wawancara melalui telepon beberapa waktu lalu, Rian Lesmana adalah pemilik dari RoemahYoga Rian yang berlokasi di Jakarta Pusat, Rian memilih untuk berkumpul dan makan bersama teman-temannya kala waktu senggang di tengah kesibukannya mengajar yoga dan bekerja di perusahaan komunikasi di bilangan Samanhudi, Saat ditanya bagaimana awal mulanya ia terjun dan menekuni yoga, ia menceritakan dengan detail ‘Awal mula menekuni yoga saat masih menjadi member di sebuah pusat kebugaran di Jakarta pada tahun 2004 lalu mengikuti Workshop yoga di Kemang kemudian terus berlanjut dengan TTC 120 jam Yoga Mix bersama Slamet Riyanto, diteruskan TTC 200 jam bersama Noah Maze di Gudang-Gudang, ketika ia melihat banyak orang yang mengalami sakit pada punggung, ia pun memutuskan untuk ikut TTC 300 jam bersama Willy Vijayaputra, ia juga banyak mengikuti workshop yoga lainnya. Ia menceritakan semenjak mengenal yoga dan menekuninya ia jadi memiliki banyak teman, tidak mudah jatuh sakit dan merasa lebih segar dan sehat, ‘Dalam mengajar yoga saya selalu berbagi kepada murid-murid saya mengenai pentingnya memiliki kesadaran dalam membentuk postur tubuh yang baik sehingga tubuh selalu sehat dan nyaman’ katanya.

Sebagai guru yoga, ia telah banyak melatih murid-murid yoga, ia dapat memberikan kesimpulan tentang bagaimana menjadi guru yang dapat menginspirasi, dengan mengerti keadaan murid-murid kita, saya jadi dapat memberikan pengertian bahwa berlatih yogalah sesuai dengan kemampuan dan jangan ngeyel dalam menguasai asana tertentu, semuanya butuh proses dan perlahan, ia juga menceritakan bahwa dalam mengajarkan beryoga ia menyukai berlatih yoga dengan property dalam memudahkan aligment, Ia berlatih yoga setiap hari kecuali hari Minggu, karena hari Minggu adalah waktu untuk Ibadah, tetapi untuk Yoga Gembira ia membuat pengecualian dan menyatakan kesediaannya dalam mengajar. Ia selalu menggunakan gerakan gerakan yoga di dalam kesehariannya, terutama pada Asana yang memiliki fleksibilitas tinggi, tetapi ia tidak memaksakan asana tersebut, sesuaikan dengan kemampuan tubuh saja, katanya.

Sebelum menutup pembicaraan, ia mengatakan bahwa perkembangan dunia yoga di Indonesia saat ini terlalu pesat dan ini harus mendapat perhatian bersama, karena asana yang dilakukan belum tentu benar dan bisa saja jadi salah tetapi sudah di post di media social, jika ingin menjadi praktisi yoga hendaklah melalui tahapan dan banyak berlatih dari guru – guru yoga yang berpengalaman, banyak membaca mengenai yoga, mengikuti banyak Workshop dan banyak belajar dari praktisi yoga lainnya. (Lydia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *