Riza Vebriany ; There’s No Yoga Without Yama And Niyama

 

  1. Kapan dan bagaimana Anda bisa mengenal yoga hingga seperti sekarang?

Saya mengenal yoga pertama kali sekitar 10 tahun lalu di sebuah pusat kebugaran di Jakarta. Pada awalnya saya hanya berlatih yoga satu kali dalam seminggu di pusat kebugaran tersebut selama hampir 2 tahun. Lambat laun saya semakin tertarik dengan Yoga, sehingga mulai berlatih yoga di sejumlah studio di Jakarta dua kali dalam seminggu. Berawal dari coba-coba, saya kemudian jatuh cinta dengan yoga sehingga makin sering berlatih di studio maupun di rumah. Saat memiliki waktu luang diluar kesibukan sebagai Jurnalis TV, saya sering mengikuti Yoga Retreat ataupun Yoga Festival, dan berlatih dengan guru-guru yoga berpengamalan di Bali. Akhirnya setelah bertahun-tahun berlatih yoga, saya berhasil menyelesaikan Teacher Training 200Hr dibawah bimbingan langsung Guru Yoga Internasional Tymi Howard dan mendapatkan lisensi sebagai guru yoga dari Yoga Alliance.

  1. Apakah tujuan paling utama dalam yoga?

Untuk melatih keseimbangan antara tubuh, pikiran dan jiwa sehingga dapat mencapai keselarasan dalam hidup.

  1. Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?

Tymi Howard

  1. Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?

Saat pertama kali berlatih yoga saya merasakan relaksasi dan ketenangan.

  1. Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?

Guru yoga yang ideal itu adalah guru yoga yang mampu merasakan kebutuhan murid-muridnya, bukan hanya sekedar membuat mereka tahu bagaimana melakukan yoga (asana).

  1. Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?

Saya menyukai Vinyasa dan Yin Yoga. Vinyasa memiliki gerakan yang dinamis dan muskular, sehingga mampu melatih dan memurnikan otot, organ tubuh serta mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Sementara Yin Yoga mampu memberikan stimulasi langsung yang lebih dalam dibandingkan gerakan yoga (asana) pada umumnya, karena menyasar jaringan ikat yang lebih kaku seperti tendon, ligamen dan tulang. Yin Yoga adalah pelengkap sempurna bagi gerakan yoga yang dinamis dan muskular pada Vinyasa Yoga.

  1. Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?

Saya berlatih yoga 4 hingga 6 kali seminggu di rumah ataupun di studio yoga.

  1. Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?

Saya tidak memiliki asana yang paling disukai dan tidak disukai. Bagi saya setiap asana memiliki manfaat yang berbeda dan punya tantangan tersendiri.. Jadi sebisa mungkin saya akan berlatih untuk melakukan setiap asana sesuai dengan kapasitas saya.

  1. Bagaimana yoga Anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?

Ada satu filosofi yang sangat saya sukai yaitu “There is no Yoga without Yama and Niyama”. Berbekal filosofi ini, saya berusaha untuk mempraktekkan yoga tidak hanya saat berada di matras yoga (on the mat) saja, namun juga di luar matras (off the mat). Saya berusaha untuk mempraktekkan ajaran-ajaran moral yang universal dalam berhubungan dengan dunia luar (Yama) dan disiplin diri (Niyama) melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

  1. Apa hobi di waktu luang selain yoga dan olahraga?

Membaca buku

  1. Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?

Menurut saya beberapa tahun terakhir minat masyarakat indonesia terhadap yoga terus mengalami peningkatan terutama di kota-kota besar. Hal ini dapat terlihat dengan bermunculannya studio-studio yoga baru, adanya kelas yoga di pusat-pusat kebugaran, serta maraknya event-event yoga di sejumlah kota di Indonesia. Selain itu, berkembangnya Bali menjadi salah satu pusat Yoga di Dunia juga ikut mempengaruhi perkembangan yoga di Indonesia, karena para praktisi yoga semakin memiliki banyak pilihan untuk memperdalam yoga dengan guru-guru berpengalaman.

  1. Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?

Saya pertama kali mengajar yoga secara pribadi atau dengan kelompok kecil. Saya merasakan kebahagiaan tersendiri ketika murid saya dapat merasakan manfaat dari berlatih yoga seperti yang selama ini saya rasakan. Melihat mereka mengeluarkan potensi terbaiknya saat berlatih yoga sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa.

  1. Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?

Saya sangat tertarik dengan aspek non-asana dalam yoga karena justru itulah bagian terbesar dan inti dari yoga yang sebenarnya, karena asana hanya bagian kecil dari Yoga. Saya percaya bahwa kita tidak akan mendapatkan manfaat yang sebenarnya dari Yoga jika tidak mempraktekkan aspek non fisik dari yoga. Bagaimana kita mengimplementasikan aspek non-asana terutama Yama (Ajaran moral universal) dan Niyama (Disiplin diri) dalam kehidupan sehari-harilah yang menentukan kualitas hidup kita.

  1. Bagaimana Anda menggambarkan gaya mengajar Anda?

Dinamis, Fokus, dan Detail

  1. Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?

Yama dan Niyama.

  1. Di mana dan kapan Anda rutin mengajar yoga?

Saat ini saya masih mengajar yoga secara private dan juga untuk kelompok-kelompok kecil, masih menyesuaikan dengan jadwal pekerjaan saya sebagai Jurnalis TV (News Producer) di sebuah TV swasta nasional. Kedepan saya berencana untuk mengajar yoga di studio yoga ataupun dalam kelompok yang lebih besar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *