Ronald Johan: Dari Lessmill ke Yoga

Dikenal dengan kalimat-kalimatnya yang santai dan menggelitik di Instagram, Ronald Johan ternyata sempat ‘panas dingin’ saat pertama mengajar yoga.

“Saya pertama kali mengajar yoga di komunitas yang saya buat di Vihara Pluit. Awalnya saya mengajar sebagai ‘shadow’ bersama teman saya Hadinata Chandra. Susah sekali mengingat sequence dan sun salutation B. Akhirnya saya meminta Hadi untuk melanjutkan kelas. Jadi pengalaman pertama saya mengajar deg-degan, berkeringat dingin,” kenang Ronald yang memilih menggambarkan gaya mengajarnya sebagai ‘fun’ alias menyenangkan. Namun, dari pengalaman perdananya itu ia menjadi semakin bersemangat lagi dalam mengajar yoga.

Mengaku paling tertarik dengan asana dan pranayama sebagai bagian dari yoga, penyuka kegiatan jalan-jalan dan melancong ini sendiri telah mengenal yoga sejak 2009 ketika temannya mengajak yoga di sebuah pusat kebugaran ibukota.

Menariknya, Ronald mengaku dirinya sama sekali tak berminat pada yoga. “Awalnya saya tidak tertarik dengan yoga karena saya pada saat itu lebih tertarik dengan program Lessmill. Sekitar tahun 2013 saya mulai fokus dengan yoga hingga sekarang,” tandas pria yang beryoga dengan tujuan agar bisa sehat dan bahagia.

Soal guru yang menurutnya paling inspiratif, Ronald yang rutin mengajar tiap hari di kelas-kelas privat dan mega gym ini berucap,”Banyak sekali guru yang inspiratif buat saya di awal perjalanan saya beryoga. Dan tidak mungkin saya bisa lupa sampai sekarang karena di masa saya tidak bisa yoga sama sekali, saya banyak belajar dari guru-guru seperti Susan Hendarto yang dikenal dengan Yoga Atlethic. Guru saya Ryan Purinawa juga karena saya belajar di sekolah yoga beliau. Kemudian ada Zilvia dan Bondan, serta teman-teman saya di IGYOGAINDONESIA yang pada saat itu saling menginspirasi satu sama lain. Dan sekarang yang paling mempengaruhi style saya adalah pendiri (founder) Budokon Yoga, Cameron Shayne.”

Sebagai pengajar, Ronald menyebutkan seorang guru yoga idealnya memiliki pikiran yang terbuka. “Dan ia tidak terlalu fanatik pada satu aliran saja,” tegas Ronald yang memilih gaya vinyasa dalam latihan yoganya karena menyukai gerakan yang mengalir dan menyatu. (*/)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *