Roro: Jangan Lupa Napas!

Di zaman digital seperti sekarang banyak orang mengenal yoga bukan melalui kelas yoga atau ajakan teman-temannya. Itulah yang dialami oleh Roro (RA), yang mengenal yoga sekitar tahun 2010 (ketika masih kuliah) melalui internet. Ia melakukan latihan yoga pertamanya melalui video, dan baru mulai 2012 berlatih di studio yoga. Berikut adalah petikan wawancara Yogem dengan dengannya via surel.
– Apakah tujuan paling utama dalam yoga?
RA: Bagi saya tujuan utama melakukan latihan yoga adalah olah tubuh untuk kesehatan.
– Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?
RA: Pengetahuan saya atas guru-guru yoga masih minimal, namun guru pertama yang mengajarkan yoga secara mendalam adalah Pujiastuti Sindhu (Yoga Leaf).
– Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?
RA: Saya merasa tubuh saya lebih tenang dengan ritme yang lebih teratur dari biasanya.
– Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?
RA: Guru yoga yang ideal bagi saya adalah yang mampu memberikan sesi berlatih yoga dengan memahami kebutuhan muridnya.
– Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?
RA: Pada dasarnya saya menyukai aliran yoga yang lembut dan mengalir. Saat ini saya masih dalam tahap eksplorasi Hatha yoga, dan belakangan saya jatuh cinta pada Yin Yoga.
– Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?
RA: Saat ini saya mengajar yoga hampir setiap hari, dan meluangkan diri untuk berlatih yoga (baik dengan guru ataupun sendiri) paling sedikit 2 kali dalam seminggu.
– Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?
RA: Sepertinya tidak ada asana yang tidak saya sukai, hanya saja mungkin belum dapat melakukannya dengan nyaman. They say, let the pose come to you… gerakan-gerakan yang saya sukai antara lain back bend dan gerakan serupa yang melatih fleksibilitas tubuh.
– Bagaimana yoga Anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?
Hal mendasar yang saya integrasikan dalam kehidupan sehari-hari adalah ketenangan bernafas yang kita latih saat beryoga.
– Apa hobi di waktu luang selain yoga dan olahraga?
Hobi saya standar… membaca dan jalan-jalan.
– Teacher Training apa saja yang sudah Anda ikuti?
Saya baru mengikuti satu Teacher Training, yaitu Yoga Teacher Traning 200hours di Yoga Leaf (Bandung) pada tahun 2017.
– Bagaimana tanggapan Anda jika ada orang yang menolak yoga karena dianggap lekat dengan ritual kepercayaan tertentu?
Tidak ada. Setiap individu memiliki kebebasan untuk menentukan pandangannya terhadap latihan yoga.
– Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?
Yoga berkembang sangat pesat, apalagi di Jakarta, yoga sudah seperti menjadi lekat dengan gaya hidup sehat masa kini.
– Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?
Grogi! Karena masih terbiasa latihan yoga untuk diri sendiri. Sampai saat ini pun masih belajar bagaimana agar dapat mengajarkan yoga untuk memberikan manfaat yang optimal bagi peserta yoga.
– Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?
Hmmm… eight limbs of yoga.
– Bagaimana Anda menggambarkan gaya mengajar Anda?
Lembut dengan gerakan yang mudah dilakukan sehari-hari.
– Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?
Sepertinya aspek “jangan lupa nafas” itu yang paling menarik buat saya karena awal-awal beryoga suka nafsu yang penting bisa gerakannya tapi “lupa nafas”.
– Di mana dan kapan Anda rutin mengajar yoga?
Saya adalah in-house instructor di The Good Prana Studio (Summarecon Bekasi). (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *