Satya Rizwati: Yoga untuk Kesehatan Lahir Batin

Menyukai jalan-jalan dan bertemu dengan teman-teman, yogini satu ini sangat menikmati perannya sebagai pengajar yoga. Buktinya, Satya Rizwati tidak merasa mudah berpuas diri dalam hal pengetahuan dan pengalaman beryoga. Cita-citanya di masa datang ialah mensosialisasikan yoga bagi para warga senior agar mereka tetap bisa produktif dan mampu berkontribusi positif pada kemaslahatan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Saat ditanya bagaimana dirinya bisa mengenal dan menekuni yoga hingga seperti sekarang, Satya yang juga memiliki adik bungsu dan keponakan yang gemar beryoga itu menjawab lugas,“Awalnya saya ikut yoga di gym. Karena PT (Personal Trainer – penyunting) saya menganjurkan untuk mengikuti jenis olahraga yang tidak banyak loncat, saya mengikuti kelas yoga. Dan ternyata saya merasa nyaman setiap selesai ikut kelas yoga. Itu kira-kira 7 tahun yang lalu.”

Setelah melakukan yoga selama beberapa tahun, Satya kemudian merasa ia perlu berbagi manfaat yoga bagi kesehatan kepada orang lain. “Karena saya merasa lebih bugar, nyaman, dan sebagai rasa terima kasih saya kepada Allah yang telah memberi saya jiwa dan raga yang sehat,” kata Satya tentang latar belakang mengapa ia memutuskan mengajar yoga.

Sedangkan saat ditanya mengenai tujuan utamanya mengajarkan yoga, Satya yang mengaku belajar yoga dari berbagai sumber literatur ini menjawab,“[U]ntuk kesehatan lahir batin”.

Adapun perubahan yang ia rasakan setelah membandingkan dirinya sebelum dan sesudah mengikuti yoga secara teratur ialah tingkat kesehatan, ketenangan jiwa dan kebahagiaan hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Yoga sangat berpengaruh terhadap keseharian kita, karena setelah beryoga secara rutin, semua organ tubuh dan hormon berfungsi lebih baik, dan itu sangat berpengaruh pada kegiatan sehari hari kita, ujarnya.

Satya mengakui dirinya banyak belajar dari Slamet ‘Master’ Riyanto yang menurutnya sudah “menginspirasi  untuk terus belajar tentang yoga”. Lebih lanjut ia mengatakan semua manusia pada hakikatnya adalah murid-murid dalam sekolah yang bernama kehidupan. “Maka, belajar adalah wajib bahkan di luar dunia yoga.”

Pengalaman pertama Satya mengajar berjalan mulus. Meski ia merasa ragu apakah dirinya bisa memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya, mereka mengucapkan terima kasih dengan wajah ceria.

“Saya sering mengatakan pada mereka (murid-muridnya), sejauh saya tahu, teknik bernapas di yoga adalah yang terbaik, karena untuk hidup, kita tidak bisa lepas dari napas. Ada puasa makan atau yang lain, tapi tidak ada puasa napas kan?” pungkasnya. (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *