Sita dan Yazmeen tentang Yoga: Berbeda Tapi Satu Jua

Ketiga kalinya kedua saudara kembar ini menyambangi Komunitas Yoga Gembira untuk berbagi yoga yang mereka pelajari. Dalam kesempatan ini Yazmeen (Y) dan Sita (S) menyempatkan diri untuk menjawab beberapa pertanyaan dari Yoga Gembira (YG). Meskipun tumbuh bersama, perjalanan yoga mereka memiliki keunikan masing-masing. Berikut petikan wawancaranya.

 

YG: Kapan dan bagaimana anda bisa mengenal yoga hingga seperti sekarang?

Y: Pada tahun 1995, di Jakarta datanglah Guru Besar ‘Sri Sri Ravi Shankar’ dan saya hadir dalam acara tersebut. Beliau membawa pelatih Happiness Workshop (Art of Living), tetapi karena saya sedang hamil saya tidak dapat ikut latihan pernapasan tersebut. Setelah anak saya lahir pada tahun 1996 saya ikut Happiness Workshop yang mencakup Sudharshan Kriya (napas berirama), pranayama, meditasi dan yoga asanas. Sejak itu saya  mulai untuk latihan di rumah.  Selain itu, saya sering ikut kelas yoga asanas di dekat rumah.

S: Saya mengenal yoga sejak kecil, dan mulai tertarik untuk mendalami sejak tahun 1995. Bermula dari belajar tehnik pernafasan, meditasi, dan sedikit asanas.

YG: Apakah tujuan paling utama dalam yoga?

Y: Menurut pendapat saya tujuan utama  yoga adalah untuk mengharmoniskan tubuh pikiran dan jiwa agar hidup lebih sehat, bahagia dan damai yang akhirnya mengarah pada realisasi diri sendiri atau ‘Union with the Self’.

S:Menurut saya tujuan paling utama adalah mencapai harmonisasi antara “Body; Mind & Spirit.” Jadi berawal dari tubuh yaitu asanas menuju ke tingkat yang lebih lembut yaitu nafas dan alam pikir. Tujuannya mewujudkan kebahagian sejati. Jadi yoga adalah perjalanan dari dunia luar ke dunia dalam. Dimana kita akan merasakan kenyamanan mendalam dan perasaan bahagia sepenuhnya.  Dengan rajin berlatih yoga asanas, pranayama dan meditasi kita akan bisa menjalani kehidupan dengan bahagia dan memiliki keterampilan untuk menghadapi segala tantangan dalam kehidupan sehari hari.

YG: Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?

Y: Guru saya, Yang Mulia Sri Sri Ravi Shankar dan beliau mendapat gelar Yoga Shiromani ( Permata tertinggi dalam Yoga) dari presiden India.

S: Guru yoga yang sangat inspiratif bagi saya adalah guru saya “Yang Mulia Sri Sri Ravi Shankar”.

YG: Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?

Y: Kesadaran meningkat, lebih mengerti tentang kehidupan, lebih percaya diri dan berani maju. Saya lebih sensitif terhadap sesama, lingkungan, pikiran lebih jernih dan tenang sehingga bebas dari rasa takut dan kekhawatiran.

S: Manfaat yang saya rasakan adalah kepuasan yang mendalam, perasaan nyaman, pikiran lebih rileks dan tenang, apalagi bila dilanjutkan dengan latihan yang lebih mendalam yaitu disertai Pranayama dan Sudarshan Kriya saya merasakan kebahagiaan dan kepuasan jiwa.

YG: Menurut Anda guru yoga yang ideal itu seperti apa?

Y: Seseorang yang dapat memberi teladan,  multidimensi dan dapat membuat orang lain merasa senang dan semangat. Karena yoga bukan hanya asanas, ada 8 tingkatan yoga, diantaranya yama, niyama, pernafasan dan meditasi.

S: Menurut saya seperti Guru saya “Sri Sri Ravi Shankar”, adalah contoh yang ideal, Beliau menjalani dan mempraktekkan nilai nilai yoga dalam kehidupan sehari harinya. Beliau selalu tersenyum dan penuh dengan antusias. Seperti yang dikatakan oleh beliau; Kita sering kali mengalami kesedihan atau kebahagiaan di dalam kehidupan tetapi untuk bisa melalui itu dengan selalu tersenyum dibutuhkan “Seni Kehidupan”.

YG: Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?

Y: Untuk saya yoga bukan hanya asanas/postur fisik. Yoga adalah keharmonisan antara tubuh, nafas dan pikiran. Secara fisik saya suka kebenaran asanas/pose yoga tetapi jenis yoga yang paling saya sukai adalah SRI SRI Yoga (Art of Living)  karena mencakup asanas, pranayama dan meditasi.

S: Jenis yoga yang saya sukai adalah yoga yang mencakupi semua; Asanas, Pranayama dan Meditasi. Karena menurut saya Asanas, Pranayama dan Meditasi sama pentingnya, dan saling melengkapi.

YG: Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?

Y: Saya melakukan yoga secara keseluruhan setiap hari, yang termasuk asanas/pose, pranayama, Sudharshan Kriya ( napas berirama) dan meditasi.

S: Saya berlatih setiap hari, jika disaat sibuk maka saya hanya melakukan Surya Namaskar beberapa kali dan dilanjutkan dengan pranayama dan meditasi.

YG: Asanas apa yang paling anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?

Y: Menurut saya suptabadha konasana (chest opener) dengan support merilekskan, tetapi banyak pose lain yang saya suka. Saya masih perlu banyak latihan forward bend, tetapi menurut saya tidak ada titik akhir dalam belajar karena setiap kali selesai kelas yoga saya merasa puas dan segar. Dan inti dari yoga adalah practice, practice dan practice, selalu berlatih.

S: Saat ini asanas yang paling saya sukai adalah backbends, walaupun tidak mudah dilakukan, tetapi menjadi tantangan bagi saya dan saya merasa sangat puas setelah mengikuti latihan ini.

YG: Bagaimana yoga Anda interogasikan dalam kehidupan sehari hari?

Y: Saya merasa mendapat energi, sehat, pikiran jernih dan harmoni maka saya dapat mengendalikan emosi, dan dapat berpikir sebelum bertindak.

S: Tujuan utama dari yoga adalah untuk mencapai keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berlatih Yoga Asanas, Pranayama dan Meditasi setiap hari saya lebih bisa mengendalikan emosi, biasanya hal-hal kecil membuat saya marah. Bukan berarti sekarang saya tidak pernah marah, tetapi suatu saat jika amarah muncul, saya tidak menyimpan dendam dan cepat saya lupakan.

YG: Apa hobi di waktu luang selain yoga dan olahraga?

Y: Selain olahraga, yoga, saya  mengajar Happiness Workshop dan menjadi sukarelawan di Yayasan Seni Kehidupan. Sebagai ibu rumah tangga saya suka mencari informasi membuat makanan sehat terutama vegetarian.

S: Hobi saya nonton, membaca dan memasak, selain itu di waktu luang saya membantu sukarela di Yayasan Seni Kehidupan.

YG:  Teacher Training apa saja yang sudah Anda ikuti?

Y: Art of Living Happiness  Workshop (kursus dasar) TT, Youth Empowerment and Skills seminar (untuk remaja) TT, All Round Training in Excellence workshop ( Art Excel, anak umur 8 – 12 tahun) TT, dan Iyengar Yoga Introductory level 2 and Pranayama of Preparatory course TT.

S: Sri Sri Yoga Teacher part I, Art of Living Happiness Workshop (part I) Teacher Training, Youth Empowerment and Skills Teacher – Remaja, Art Excel (All Round Training in Excellence) – (8-12) dan Yoga Kids Teacher Training, dan Iyengar Yoga Teacher (Yoga Asanas of the Introductory Course of level two and Pranayama of the Preparatory course as set out in Light on Yoga & Light on Pranayama).

YG: Bagaimana tanggapan Anda jika ada orang yang menolak yoga karena dianggap lekat dengan ritual kepercayaan tertentu?

Y: Menurut saya pengetahuan mereka mengenai yoga sangat terbatas dan mereka menganggapnya suatu ritual dari keagamaan. Saya  berusaha  menjelaskan yoga secara ilmiah dan berkaitan dengan spiritual. Karena yoga adalah keseimbangan antara tubuh, pikiran & jiwa dan tidak berkaitan dengan agama apapun. Walaupun berasal dari India, yoga memiliki nilai universal terlepas dari asal usulnya. Contohnya; sama halnya dengan teori gravitasi bumi yang ditemukan di barat, dipakai di seluruh dunia.

S: Ini adalah kesalahpahaman, yoga benar berasal dari India kuno tetapi pengetahuan yoga sangat bermanfaat untuk manusia di seluruh dunia, karena itu yoga terkenal di seluruh dunia dan di terima oleh seluruh negara. Contohnya makanan Jepang berasal dari Jepang bukan berarti hanya khusus untuk orang Jepang, tapi semua orang menyukai makanan Jepang. Sama halnya dengan yoga.

YG:  Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?

Y: Perkembangan yoga di Indonesia berkembang sangat pesat dan banyak orang yang sudah merasakan manfaat yoga. Tetapi masih banyak yang berfikir yoga memiliki gerakan yang rumit bahkan sulit, dan banyak yang sibuk dengan rutinitas sehari hari.

S: Perkembangan yoga sangatlah pesat dan sudah tersebar di daerah-daerah, banyak orang mendapatkan manfaat dari yoga dan meditasi. Sekarang banyak juga perkantoran yang rutin melakukan yoga dan meditasi setiap hari.

YG: Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?

Y: Pengalaman saya menjadi guru saat pertama kali mengajar, saya merasa terkejut dengan perubahan di diri saya sendiri. Saya dapat tampil percaya diri saat mengajar yoga yang sebelumnya saya tidak berani bicara di depan umum. Dan saya merasa bersyukur karena saya mendapat kesempatan untuk membagi ilmu ini.

S: Saya merasa gugup, takut, tetapi pengalaman yang saya dapatkan adalah dengan lebih banyak mengajar dan berbagi ilmu, saya mendapat tambahan ilmu dan saya menjadi lebih percaya diri, selain itu merasa bahagia karena bisa membantu orang lain.

YG: Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?

Y: Yoga adalah perjalanan dan tujuan hidup yang mengarah pada realisasi diri. Filosofi 8 Limbs of Yoga sangat unik dan tidak ada batas waktu. Yoga Sutra ini di berikan oleh Maharishi Pitanjali berabad abad tahun yang lalu.  Sampai saat ini kita masih dapat mengimplemantasikan dan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari hari.

S: Yang paling menarik adalah untuk  mendapatkan/mencapai keseimbangan dalam semua aspek yoga dan dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari hari, disaat susah dan senang. Sebenarnya yoga itu  berdasarkan filosofi dari India kuno yang dapat dipakai/diterapkan sampai saat ini.

YG: Bagaimana Anda menggambarkan gaya mengajar Anda?

Y: Gaya mengajar saya natural, ada keheningan dan berinteraksi dengan peserta/murid.

S: Gaya saya alami dan selalu mencakup Pranayama dan memperkenalkan sedikit Meditasi.

YG: Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?

Y: Saya suka asanas, pranayama dan meditasi karena selain membersihkan tubuh dengan mandi setiap hari, sama pentingnya dengan membersihkan pikiran dan jiwa  dengan meditasi. Menurut saya yang sangat penting untuk meluangkan waktu untuk meditasi dan berhenti dari aktivitas.

S: Aspek yang paling menarik dari yoga adalah filosofi dari yoga yang diaplikasikan dalam bentuk Asanas, Pranayama dan Meditasi.  Seperti yang diungkapkan oleh Guru Patanjali mengenai 8 Limbs of Yoga atau perjalanan yoga dari dunia luar  ke dunia dalam (inner state), yaitu dari Asanas menuju ke Meditasi.

Di mana dan kapan Anda rutin mengajar yoga?

Y: Di Art of Living Jakarta  ( Yayasan Seni Kehidupan ), setiap hari Selasa dan Jumat saya mengajarkan yoga Asanas. Selain itu saya mengajar Happiness Workshop dalam grup 8/10 orang yang berlangsung selama 3 hari, 3 jam perhari.

S: Saya mengajar di Sunter Art of Living Center (Yayasan Seni Kehidupan) setiap hari Selasa dan Jum’at. Saya mengajar yoga Asanas dan selain itu saya mengajar Happiness Workshop yang mencakupi Asanas, Pranayama dan Meditasi. (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *