Vera : Mensana In Corpore Sano, Masih Jadi Motto Saya!

Holllaaa teman yoga tersayang, Pekan ini kita beryoga melalui media zoom ya, karena ada kendala minggu kemarin kita jadi tidak bisa menayangkan livestreaming yoga, nah untuk pekan ini admin persilakan log in melalui Meeting ID dan Passcode seperti yang tertera di flyer.

Sebelum mengikuti kelas bertema Sunday Sloth Yoga pada akhir pekan nanti, silakan nikmati rangkaian wawancara kami berikut ini, Tetap beryoga, bergembira, berilmu dan beramal. Namaste

  • Kapan dan bagaimana Anda bisa mengenal yoga hingga seperti sekarang?

Kelas yoga pertama yang saya ikuti adalah kelasnya Adriene Loise – Yoga with Adriane di YouTube sekitar tahun 2012. Sekitar tahun 2015, saya mulai mengikuti kelas yoga di studio dan gym selepas pulang kantor guna menunggu kemacetan terurai. Terima kasih, macet Ibukota! Kemudian di tahun 2017, saya mengikuti pelatihan guru yoga pertama di Sekolah Yoga One Song yang diampu oleh Ibu Denise Payne.

  • Apakah tujuan paling utama dalam yoga?

Kebugaran fisik. Pepatah “Mensana in corpore sano” tidak akan pernah lekang. Fisik yang sehat dan bugar akan menjadi jalan menuju kesehatan mental dan emosional. Satu manusia yang sehat jiwa raga akan membawa getaran yang positif dan meneruskannya ke orang lain di sekitarnya.

  • Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?

Rasanya saya ingin menyebut semua guru yoga yang pernah bertemu jalan. Namun yang paling menginspirasi adalah Denise Payne.

  • Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?

Kelas Yoga with Adriane menjadi pemicu untuk mulai aktif bergerak setelah sebelumnya menjalani hidup sedentari menjadi pekerja kantoran yang menghabiskan waktu di depan komputer dengan waktu kerja yang sangat panjang.

  • Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?

Menurut saya hampir sama dengan profesi lain, yaitu yang berintegritas. Integritas dalam hidup sesuai nilai yang dianut, berkata jujur dan yang terpenting practice what you preach atau melakukan apa yang diajarkan. Selain itu, juga memiliki sikap tidak menghakimi.

  • Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?

Saat ini saya berlatih dan mengajar vinyasa/hatha dan yin yoga. Kedua jenis yoga ini menggambarkan sifat yang dan yin, dua kutub yang berbeda namun saling menarik sehingga memberikan keseimbangan bagi tubuh, pikiran, emosional dan jiwa kita.

  • Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?

Idealnya setiap hari. Saat ini saya bekerja keras menuju idealisme ini. Kenyataannya, yaaa minimal 3x seminggu guna menyiapkan kelas-kelas.

  • Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?

Idealnya (lagi-lagi), semua asana patut diperlakukan sama (equanimity). Namun secara organik, manusia pasti memiliki favorit. Pose yang saya sukai biasanya yang memberikan banyak ruang di bagian-bagian tubuh. Pose yang tidak disukai tentu sebaliknya yang menyempitkan ruangan di tubuh karena jangkauan gerakan tubuh saya yang terbatas. Memiliki preferensi ini bukan berarti pose-pose yang tidak disukai lalu ditinggalkan. Yaa mungkin ada beberapa yang betul-betul saya tinggalkan setelah lebih mengenal bagian tubuh sendiri. Pun seperti hidup, kapan-kapan bisa dikunjungi kembali. Banyak juga yang bisa tetap dilakukan dengan variasi tertentu. Menariknya, variasi dalam pose ini tidak akan mengurangi makna dan nilai yang terkandung dalam latihan tersebut.

  • Bagaimana yoga Anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?

Banyak sekali elemen dari yoga yang terintegrasi secara alami dari latihan di atas matras ke latihan di luar matras. Salah satu yang saya alami dan rasanya sangat penting adalah mengenai mengubah pola atau kebiasaan lama yang mungkin dulu dibutuhkan untuk bertahan hidup dan sekarang sudah tidak dibutuhkan lagi.

  • Apa hobi di waktu luang selain yoga dan olahraga?

Baca buku, nonton, jajan dan jalan-jalan.

  • Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?

Bombastis! Semakin banyak orang-orang yang mendapatkan manfaat dan menekuni berbagai jenis yoga. Di Jabodetabek rasanya hampir setiap pengkolan memiliki kelas yoga. Sepengetahuan saya yang pendek, di beberapa daerah yang cukup jauh dari Ibukota, seperti Mamuju dan Merauke juga sudah memiliki guru yoga yang mumpuni. Televisi nasional juga sering memuat konten mengenai yoga yang membuat yoga semakin populer. Semoga semakin banyak warga NKRI yang beryoga dan mendapatkan manfaatnya.

  • Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?

Setelah mengikuti pelatihan guru yoga, murid pertama saya adalah teman baik saya sendiri. Kelas private dengan bayaran sepiring kehangatan nasi putih pulen dan beberapa potong iga bakar madu tak akan terlupakan. Walau muridnya teman sendiri, ternyata tetap merasakan grogi dan canggung. Pengalaman mengajar pertama di khalayak ramai adalah saat menjadi guru pengganti. Rasanya jantung tidak berhenti berdebar. Mengkolaborasikan kata-kata dan demonstrasi gerakan menjadi sangat menantang saat itu.

  • Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?

Chakra! Cakram yang menerima, memproses dan menyimpan sejarah dan pola hidup kita dalam bentuk energi di tubuh.

  • Bagaimana Anda menggambarkan gaya mengajar Anda?

Harapannya mengajar dengan mengedepankan ahimsa dan growing mindset. Semoga yang sampai juga demikian.

  • Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?

Untuk saat ini, asana dan filosofi.

  • Di mana dan kapan Anda rutin mengajar yoga?

Kelas Online

Grup Class – Yin Yoga dan MFR, Kamis jam 1930 WIB, info di IG saya @anakpandai.

Group Class – Sloth Yoga (Hatha/Vinyasa), Minggu jam 1600 WIB, info di IG saya @anakpandai.

Studio – Yin Yoga, Jumat jam 1900 WIB, info di IG @sehelaspace.

Saya juga mengajar kelas private baik online maupun bertatap muka. Kontak di IG yaa jika ingin berlatih bersama saya.

Terima kasih Yoga Gembira sudah mengajak saya ikutan mengajar! Sungguh, suatu kehormatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *