Vivi : Yoga Balanced My Body & Soul

Teman yoga tersayang, senang sekali bisa menghadirkan guru Vivi pada livestreaming kali ini, semoga teman yoga semua juga menyaksikan livestreaming ini ya.

Banyak yang bertanya kapan kita bisa beryoga di Taman Suropati lagi, sudah tidak sabar rasanya bertemu dan berkeringat bareng bareng dengan teman yoga semua tetapi sekali lagi kami team Komunitas Yoga Gembira benar benar harus memperhatikan berbagai aspek kesehatan agar teman yoga nyaman beryoga di Taman, jadi harap bersabar yaa..

  • Kapan dan bagaimana Anda bisa mengenal yoga hingga seperti sekarang?

Tahun 2010 pertama kalinya saya mengenal yoga. Waktu itu kelas pertama saya adalah bikram yoga,  Jujur saja awal pertama saya yoga, saya tidak menikmati dan harus berdamai dengan pikiran liar saya. Di tahun tersebut saya merasakan perbedaan yg besar di kondisi fisik dan mental saya.

Pandangan saya pun mulai berubah terhadap yoga. Saya jadi semakin rutin mengikuti kelas yoga, fokus untuk menekuni filosofi yoga, asana dan pernafasan. Saya akhirnya menemukan the beauty art of yoga, secara personal yoga membuat hidup saya menjadi lebih baik. Di tahun 2019 saya pun memutuskan untuk mengambil 200 hrs TTC saya di Rishikesh, India.

  • Apakah tujuan paling utama dalam yoga?

Finding balance between mind, body and soul. Practice yoga itu seperti one complete package. Benefitnya bukan hanya pada physical aspects but also emotionally and spiritually. As for me, Yoga is one of the life changing tool to improve my health and quality of life.

  • Siapa guru yoga yang paling diingat dan inspiratif sampai sekarang?

Guru India saya yang mengajarkan saya the beauty of yoga, di tahun 2018 dimana saya kembali mencoba yoga practice. Beliau yang menginsipirasi saya untuk mengajar, sharing this knowledge to others with the heart of compassion.

  • Manfaat apa yang pertama Anda rasakan setelah pertama kali dulu mulai beryoga?

The biggest benefit yang pertama saya rasakan adalah physical aspects, badan saya yang dulunya stiff and tense, jadi lebih relax and flexible. Any discomfort and pain perlahan mulai hilang. Not only that, the practice shaped me into the better version of myself. I can see myself more grounded, more focus and most importantly I get my life back in balance.

 

  • Menurut Anda, guru yoga yang ideal itu seperti apa?

Patokan ideal itu sangat subjektif. Personally, bagi saya guru hanyalah sebuah ‘label’, Saya sendiri menganggap murid- murid di kelas saya adalah guru, they are the real teacher, karena melalui mereka saya jadi belajar lebih banyak, banyak experience yang saya dapatkan dari setiap individu – They are all unique and special in their own way. Kita tidak bisa menerapkan treatment yang sama pada setiap individu, baik secara physical ataupun mental aspects. Intinya adalah, jangan mematokan diri kita sendiri sebagai seorang guru like we know everything, because eventually we learn from others, we keep learning, growing and thriving.

  • Jenis yoga yang bagaimana yang paling Anda sukai? Dan kenapa?

Saya suka beberapa style yoga. The main purpose of yoga is being in tune with our body. So, untuk self-practice I always listen to my body, how I feel during the day because everyday is different day and our needs (physical and mental) constantly changing. Sometimes I go for YANG practice, kalau saya feeling energize and powerful of course I will choose playful and dynamic vinyasa flow or power yoga. When I feel  little big under the weather, I choose more gentler yoga. Restorative or yin yoga are my favorite, Both yin and yang practice are complementing each other.

  • Bagaimana dan sesering apa Anda yoga?

My moto is #yogaeverydamnday, so yeah I literally yoga every single day. Saya selalu menyediakan waktu saya untuk step on my yoga mat.

  • Asana apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai di kelas yoga dan kenapa?

I’m having  a love-hate relationship with all kind of heart opening poses. Those are my least favorite because of my anatomy, I don’t have a natural bendy back. Upper-body saya super stiff, saya pun beberapa kali mengalami injury, di bagian upper body. That’s why any heart opening pose sangat challenging untuk saya, I have to go through lots of discomfort and need to be extra gentle and mindful working on that part. It is (still be) my least fav pose, but I know I need that, gradually I’m getting used to it and kinda love it karena merasakan positive benefitnya.

  • Bagaimana yoga anda integrasikan dalam kehidupan sehari-hari?

As I move and breathe into the poses, I listen, pay attention, and notice how the experience changes me. It helps me a lot to be more aware of everything I do : the way I talk, breathe, think, feel and carry myself – Which begins on the mat and continues in my everyday life.

  • Apa hobi di waktu luang selain yoga dan olahraga?

Background saya adalah creative industry. Graduated from creative department, jadi boleh di bilang I’m a full time yoga teacher and part time graphic designer, di waktu luang saya suka menggambar secara digital dan manual, do some creative digital projects ( make a youtube video, podcasting and also writing 🙂 )

  • Bagaimana menurut Anda perkembangan yoga di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini?

These past few years, yoga sudah mulai menjadi lifestyle, especially during this pandemic perkembangan yoga sudah mulai makin berkembang pesat. Yang saya lihat, people not only need physical exercise but also mental and spiritual exercise which we can only get from yoga practice. It’s true yoga is not only a work-out,but also a work-in. More people need and enjoy this ‘mindful’ practice’ in their everyday life.

  • Bisa diceritakan sekilas, bagaimanakah pengalaman pertama mengajar Anda?

Haha mixed feelings. Grogi sudah pasti, Saya harus menghafal nama asanas, flow, adjusement dan juga mirror teaching. Awal mengajar rasanya seperti mau ujian EBTANAS. Banyak preparationnya, dan banyak yang perlu diingat. All I kept thinking about ” Was I doing right? “, ” Were they having a good time in my class?” banyak narasi yang melintas di kepala beserta segudang ketidak-PDan saya. Tapi lama kelamaan, semua jadi natural 🙂

  • Apa yang menurut Anda paling menarik dari aspek filosofi/ non-asana dalam yoga?

Jujur saja, banyaj sekali aspek non asana/ filosofi yang sangat Indah yang saya dapatkan lewat yoga. Aspek filosofi yogalah yang justru membuat saya fell in love with yoga, dan memutuskan untuk mengambil TTC. Yoga personally for me is not just the physical practice of exercise as many people view it and practice it. Yoga is a way of life. The way we see on our mat is how you see yourself off the mat. It’s simply a practice to come back to yourself, we become fully aware of everything we do.

  • Bagaimana Anda menggambarkan gaya mengajar Anda?

Hybrid-fun and encouraging.

  • Apakah aspek yoga yang paling menarik bagi Anda?

Yang paling menarik adalah saya belajar mengenai being compassion towards myself and others. Everyone has their own journey. No one is better than anyone else. We all different in so many ways. We’re special and wonderful in our own way. Bisa di bilang, I learn more deeply about humanity through yoga and life in a bigger aspects.

  • Di mana dan kapan Anda rutin mengajar yoga?

Saya banyak mengajar private class baik one-on-one ataupun private group. Di tahun 2019, sepulang TTC saya langsung mengajar untuk (offline) private group, beberapa boutique gym dan juga studio. Selama pandemic ini focus saya di (offilne) private group baik untuk kids yoga (mulai dari usia 8 tahun), youth yoga, maternity dan juga yoga untuk umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *