Wanda Hamidah: Yoga Bukan Sekadar Olahraga

Jauh sebelum dirinya dikenal sebagai sosok selebritas dan politisi seperti sekarang, Wanda Hamidah mengaku diri telah menyukai olahraga sejak usia belia. Dan ketertarikannya pada olahraga itulah yang juga memberikan andil pada minatnya untuk berlatih yoga.

“Dari SD, saya sudah suka dengan olahraga. Dari basket, lari, sampai pencak silat, berenang dan golf, saya mencoba semuanya,” terang perempuan yang kini mengajar yoga juga tersebut saat ditemui YogaGembira.com di sebuah studio yoga di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa lalu (21/1/2020) .

Dan ketertarikan Wanda pada yoga sudah mulai sejak lama. “Sejak saya tahu Madonna, Christie Turlington latihan yoga. Lalu ada banyak selebriti Hollywood melakukan yoga juga,” ujarnya. Kemudian begitu menikah, waktu Wanda untuk berolahraga juga menyusut. Sehingga ia memilih yoga juga karena yoga bisa ia lakukan kapan saja ia punya waktu luang di tengah kesibukannya menjalankan rutinitas sehari-hari.

Di tahun 2002, saat Wanda mulai berlatih yoga, jumlah peminat yoga belum sebanyak sekarang. “Di tahun 2002 itu masih sepi banget. Belum se-menjamur sekarang ini. Saat itu juga baru ada satu studio yoga di daerah Cipete. Yang ngajar saya ibu-ibu. Saya juga pernah berlatih di Rumah Yoga di jalan Lamandau.”

Karena yoga bukan olahraga tim dan bisa dilakukan sendirian di rumah dan di mana saja, Wanda merasakan kecocokan berlatih yoga. “Sejak itu saya sudah rutin berlatih. Baru kemudian saya tertarik menjadi instruktur sejak empat tahun lalu.”

Wanda sendiri termotivasi untuk mengajar karena dirinya ingin orang lain juga merasakan manfaat yoga sebagaimana yang dialami oleh dirinya. Dan karena mengajar juga tidak bisa sembarangan, tanpa sertifikasi, akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti sebuah pelatihan mengajar yoga (Yoga Teacher Training).

“Saya mengajar karena ingin orang lain merasakan apa yang saya rasakan, bahwa yoga bukan sekadar olahraga. Tetapi juga satu paket utuh, yang mencakup aspek fisik, psikis, dan mental. Ada olah pernafasannya yang membantu kita lebih tenang dan rileks dan fokus,” tutur Wanda soal alasan ia mengajar lebih lanjut.

Ia menyukai filosofi dalam yoga. Ia sepakat bahwa semua unsur di alam semesta ini berkaitan satu sama lain. Satu gerakan berhubungan dengan gerakan yang lain. Semuanya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Misalnya, saat kita berlatih handstand, semua otot bekerja, dan itu juga mendorong kita memiliki tingkat kesadaran (awareness) yang lebih baik.

“Dan kesadaran itu tidak cuma berada di dalam studio tetapi lebih dari itu. Justru lebih penting untuk bisa diterapkan di luar studio saat kita beraktivitas sehari-hari,” Wanda menandaskan. Ia yakin bahwa kita perlu melatih kesadaran fisik serta non-fisik, seperti kata yang diucapkan. Yoga juga memberikannya latihan untuk mengasah kepekaan sehingga bisa membantu kita selamat dalam kehidupan sehari-hari agar kualitas hidup juga meningkat.

Ditanya tentang bagaimana kiatnya bisa tetap konsisten berlatih di tengah kesibukan yang padat, Wanda menjawab bahwa hidup ialah prioritas. Ia mengusahakan diri setiap hari beryoga. Ia bisa berlatih di siang, sore, atau malam hari. Namun, kalau ia merasa agak bosan, jujur ia melakukan aktivitas lainnya di waktu senggangnya. “Kadang kalau bosan yoga, saya sempatkan latihan tari Bali dengan sepupu,” ia membeberkan.

Wanda mengaku dirinya banyak mendapatkan ilmu dari pengajar yoga senior Arif Sentosa yang menekuni Jivamukti Yoga. Ia terkesan dengan Arif yang sebelum kelas pasti memulai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat filosofis dan kritis mengenai banyak hal dalam hidup. “Dan pertanyaan-pertanyaan itu sering membuat saya berpikir panjang. Sehabis kelas juga ada diskusi yang bertujuan ,” tutur Wanda.

Sebagai pengajar yoga, Wanda senantiasa memperkaya pengetahuannya dengan belajar dari berbagai sumber. “Saya terus belajar dengan membaca buku, mengikuti kelas-kelas bersama guru-guru yoga senior,” pungkas Wanda.  (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *