Widhi: Yoga dan Penyatuan Kesadaran Manusia

Perjalanan yoga Widhi Soediyono berawal dari tahun 2011, tatkala dirinya mengikuti sebuah kelas yoga di Mega gym. “Ternyata (saya) menyukai dan akhirnya lanjut untuk mendalaminya,” tutur pengajar yang akan mengajarkan kelas bertema “Happy Backbends” ini.

Begitu beryoga, Widhi merasakan langsung manfaatnya. Menurut pengakuannya, daya tahan tubuh dan imunitas bertambah, stamina peredaraan darah lancar, alerginya terhadap debu serta keluhan pilek sudah berkurang.

Widhi yang berguru pada sejumlah nama besar di dunia yoga Indonesia dari Deera Dewi, Koko Yoga hingga Arief Sentosa ini mengatakan dirinya beryoga dengan tujuan untuk memberikan manfaat bagi tubuh dan pikiran, menstabilkan fisik dan mental, meningkatkan stamina kesehatan otot kuat dan tulang padat, dan mengurangi risiko terkena gangguan kesehatan. Ia sendiri ingin selalu belajar pada guru-guru yang baik hati dalam bersikap dan ucapannya dan juga berbagi dengan ilmu kepada murid.

Pengajar yang sibuk di sejumlah hotel, kantor dan kelas privat ini mengatakan dirinya sangat tertarik dengan sisi yoga yang memberikannya ketenangan dan kejernihan pikiran. Yoga baginya juga membantu mengendalikan proses berpikir. Batin menjadi damai, tegasnya.

Penggemar kegiatan membuat kue ini menyukai yoga power vinyasa. Alasannya karena gerakannya dinamis seperti menari, yang menghubungkan gerakan yang mengalir postur nafas dan pikiran menyatu.

Ditanya mengenai asana yang ia sukai dan tidak sukai, Widhi menjawab jujur,”Tidak ada asana yang tidak saya suka. Karena semua asana saya ingin bisa untuk kuasai.”

Di luar aspek fisik yoga, ia menyinggung mengenai satu hal: penyatuan kesadaran manusia dengan suatu yang luhur. (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *