YOGFEST 2015 DIHELAT DI TAMAN MENTENG, 24-26 APRIL 2015

kopsurat

(KOMUNITAS YOGA GEMBIRA HADIRKAN YOGFEST YANG KEDUA KALINYA DENGAN TEMA “EXPAND”)

Jakarta, 28 Maret 2015 – Ajang YogFest kembali diselenggarakan oleh Komunitas Yoga Gembira Taman Suropati untuk kedua kalinya, setelah yang pertama diselenggarakan dengan sukses pada bulan April 2014. YogFest 2015 akan diadakan mulai hari Jum’at tanggal 24 April 2015 hingga hari Minggu tanggal 26 April 2015 di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Dengan mengedepankan tema “Expand”, YogFest tahun ini ingin menghadirkan lebih banyak keragaman aliran dan praktik yoga, penyembuhan (healing) serta keseimbangan hidup (well-being). Festival akan menjadi tempat bagi banyak praktisi dan guru berpengalaman untuk tidak hanya mengajarkan asana yoga (postur-postur fisik dalam yoga) yang menyehatkan raga tetapi juga melatih ‘kelenturan’ pikiran dan mengasah kepekaan hati dengan meditasi, serta memberikan kepedulian bagi lingkungan sesuai dengan semangat Komunitas Yoga Gembira: “Beryoga, Bergembira, Berilmu, dan Beramal”.

Dalam YogFest 2015, Komunitas Yoga Gembira ingin mengakomodasi berbagai keragaman yang ada dalam yoga di Indonesia dan menyuguhkan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Sebanyak 20 pengajar yang terdiri dari guru-guru yoga, pilates dan para pakar meditasi serta penyembuhan (healing) dihadirkan untuk menyemarakkan. Mereka adalah Setjo Jojo, Stefano Notarbartolo, Decky Karunia, Pujiastuti Sindhu, Dionisius Henry, Ananta Wijaya, Dr Purusothaman, Abigail Angkawijaya, Amanda Soedharma, Dini Maharani, Martin Elianto, Ryan Purinawa, Uci Wijayanto, Urip Herdiman Kambali, Adjie Silarus, Deera Dewi, I Wayan Bagus, Diwien Hartono, Tina Maladi, Willy Yoga dan Fank Andreas.

Dua tokoh senior yoga di Indonesia juga akan dianugerahi dengan Lifetime Achievement Award. Keduanya yakni Dr Hudoyo Hupudio dan guru yoga Yogamurti. Hudoyo dan Yogamurti dipandang pantas menerima apresiasi tersebut karena memiliki jasa besar dalam mengembangkan yoga pertama kali di bumi nusantara, jauh sebelum yoga dikenal lebih luas seperti sekarang.

Sesuai dengan semangat komunitas nirlaba dan sosial ini, event YogFest 2015 juga dirancang sedemikian rupa untuk memberikan kesempatan bagi semua peminat tanpa kecuali untuk menjajal berpraktik yoga, meditasi dan penyembuhan lain, dan agar peminat bisa menuai manfaatnya tanpa harus terbebani harga tiket masuk yang kurang terjangkau. Seperti latihan mingguan Komunitas Yoga Gembira yang bisa diikuti semua orang tanpa pandang bulu, YogFest juga diharapkan dapat mengakomodasi semua kalangan peminat yoga, meditasi dan penyembuhan tanpa harus mengorbankan kualitas.

TENTANG KOMUNITAS YOGA GEMBIRA TAMAN SUROPATI

Komunitas Yoga Gembira digagas oleh praktisi dan guru yoga Yudhi Widdyantoro pada tahun 2009 setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram yoga. Yudhi yakin bahwa yoga memiliki nilai-nilai kebaikan universal – tanpa harus dikaitkan dengan satu keyakinan tertentu – dan yoga juga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan jiwa dan raga bagi pelakunya.

Keprihatinannya itu tidak hanya membuat Yudhi berpangku tangan. Ia mengajak sejumlah rekannya untuk berlatih yoga di tempat-tempat publik dengan tujuan sosial agar membuat manfaat yoga dapat dipetik oleh siapa saja. Perlahan, Komunitas Yoga Gembira mulai terbentuk secara organik dan menemukan ruang berkegiatannya di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Komunitas ini memiliki motto “Beryoga, Bergembira, Berilmu dan Beramal”. Motto “bergembira” diwujudkan dalam suasana kebersamaan yang dihiasi canda sehingga tidak melulu mengharuskan para pesertanya bersikap serius sepanjang kelas. Suasana latihan yang dilakukan di alam terbuka dan di tengah keramaian taman juga membuat latihan lebih ‘cair’ sambil tetap mempertahankan keseimbangan fokus antara sisi internal dan eksternal. “Berilmu” dicerminkan dalam sesi berbagi (sharing) setelah kelas yoga dilaksanakan. Dalam sesi tersebut, para pakar, praktisi atau aktivis isu-isu sosial, kesehatan, masalah urban dan sebagainya dihadirkan untuk membagikan informasi yang bermanfaat untuk kemaslahatan bersama. Adapun “beramal” diwujudkan dengan mengumpulkan sumbangan sukarela bersama tiap usai latihan untuk kepentingan sosial seperti para korban tsunami di Jepang, bencana alam tanah longsor di Banjarnegara.

Meskipun mengadakan latihan yoga setiap Minggu pagi pukul 7-8.30 WIB di taman tersebut bagi semua warga yang tertarik, Komunitas Yoga Gembira turut hadir di sejumlah taman kota atau ruang terbuka hijau di Jakarta dan sekitarnya dalam berbagai ajang yang menyerukan cara hidup sehat dan seimbang, bersahabat dengan lingkungan dan menunjukkan kepedulian sosial.

Situs resmi Komunitas Yoga Gembira: yogagembira.com
Akun Twitter: @socialyogaclub
Grup Facebook: Yoga Gembira
Facebook fanpage: Social Yoga Club

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *