Yogi Arijit: Yoga dan Ayurveda Saling Melengkapi

Dibesarkan di Kolkata bagian utara, Yogi Arijit telah diperkenalkan pada yoga dan ayurveda sejak usia 4 tahun oleh orang tuanya. Ia akan menyempatkan diri untuk membagikan ilmu ayurvedanya pekan ini bersama Komunitas Yoga Gembira di Taman Suropati, Menteng, Jakarta. Apa dan bagaimana perjalanan Yogi Arijit dalam yoga dan ayurveda? Dan apa yang menarik dan perlu dipelajari dari Ayurveda bagi para pelaku yoga? Berikut petikan wawancaranya untuk sobat Yogem.

Bagaimana perjalanan Anda dalam dunia Yoga dan Ayurveda?

Saya mulai belajar saat berusia empat tahun. Ayah saya mendirikan sebuah sekolah Yoga dan saya adalah salah satu muridnya di angkatan pertama sekolah tersebut. Sementara itu, perjalanan Ayurveda saya bermula saat saya berumur 17 tahun. Kakek dari ibu saya bekerja sebagai dokter Ayurveda. Beliau mengajarkan pada saya konsep-konsep dan pengetahuan dasar yang penting mengenai ilmu Ayurveda.

Bagaimana Anda dibesarkan dalam keluarga? Apakah orang tua Anda juga yogi?

Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga yang paling dihormati dan terdidik di Kolkata Utara. Mendiang ayah saya ialah seorang insinyur dan dikenal luas oleh masyarakat sebagai aktivis sosial dan politikus. Beliau pendiri beberapa sekolah Yoga di Kolkata. Ayah saya wafat saat saya masih berusia 4,5 tahun. Dan setelah itu ibulah yang membesarkan saya. Ibu saya mencari nafkah sebagai pegawai di Indian Railways (KAI-nya India).

Mengapa Anda tertarik pada Ayurveda?

Ayurveda merupakan Naturopathy. Sebagaimana kita ketahui, dalam dunia pengobatan di samping Naturopathy, ada juga Allopathy (yang melawan sistem respons alami tubuh dengan menyerang gejala-gejala penyembuhan) dan Homeopathy (yang mendukung sistem respons alami tubuh dan menyasar pada akar penyakit, alih-alih hanya menghilangkan keluhan-keluhan). Ayurveda disebut sebagai naturopathy karena semua bahan dan proses perlakuannya secara langsung didapatkan dari alam. Bahan itu diperoleh dari tanaman dan herbal, serta sejenisnya. Sehingga semuanya murni, dan terhubung dengan tubuh manusia dan alam. Ayurveda tidak memiliki efek samping juga. Dan ia tidak cuma bersifat kuratif (mengobati) tetapi juga bisa preventif (mencegah).

Bagaimana belajar Ayurveda berkontribusi pada kesehatan dan keseimbangan diri kita?

“Ayur” berarti kehidupan dan “veda” ialah pengetahuan, Maka, Ayurveda ialah pengetahuan tentang hidup atau kehidupan yang sehat. Ia membantu memahami kondisi alami emosi dan fisik kita sehingga kita dapat lebih paham mengenai kondisi tubuh kita sendiri. Sifatnya juga amat spesifik dari satu individu ke lainnya dan menjelaskan apa yang baik dan kurang baik bagi kesehatan masing-masing individu. Bila kita mengalami masalah kesehatan, Ayurveda bisa menentukan atau mendiagnosis masalah tersebut dan memberikan nasihat atau solusi serta pengobatannya. Ayurveda bisa mendetoksifikasi tubuh secara internal dan eksternal juga.
Bagaimana Ayurveda melengkapi latihan yoga kita?

Ayurveda dan Yoga saling melengkapi dalam semua dimensinya. Jika kita belajar sejarah Ayurveda dan Yoga, kita bisa menemukan bahwa Patanjali (penemu Ashtanga Yoga) dan Dhanwantari (penemu Ayurveda) hidup di era dan tempat yang sama, demikian menurut sumber teks kuno. Deskripsi mereka juga hampir sama. Jadi, terdapat keyakinan bahwa Patanjali dan Dhanwantari mungkin orang yang sama. Itulah kenapa setiap langkah Yoga dan Ayurveda saling berkaitan erat. Terutama unsur-unsurnya: Bumi, Udara, Api. Teori diet, proses pembersihan, latihan pernapasan dan bahkan pemijatan dan titik-titik tekan yang diajarkan di dalamnya semua saling berkaitan. Yoga dan Ayurveda pada intinya merupakan ilmu-ilmu yang saling menyempurnakan.

Siapakah guru Ayurveda Anda? Adakah pesan dari mereka yang paling Anda ingat sampai detik ini?
Saya memiliki banyak Guru. Untuk Ayurveda, saya banyak belajar pada Dr. Pooja Gangwar (Achintya AyurYoga, Rishikesh, India), Ganga Vatika Ashram (Rishikesh, India).

Sementara untuk Yoga, saya berguru secara mendalam pada Shri Brahmanada Tirthanath Swami (guru Tantra Yoga dan meditasi, penyembuhan melalui energi, meditasi suara, pembersihan chakra), Swami Atma (Guru filosofi Yoga dan Yoga Nidra), Surinder Singh (Hatha Yoga), Shivananda Yoga Ashram (Hatha, penguatan dan pembukaan chakra, pranayama, meditasi), Akshi Yogashala (Ashtanga Vinyasa, Vinyasa flow), North Kolkata Meditation and Yoga Centre (Ph.D. in Yoga therapy).

Satu nasihat seorang gurunya yang ia selalu ingat ialah “long breath, long life“, yang maknanya kurang lebih adalah pentingnya mengelola cara kita bernapas. Sebab bernapas turut menentukan kesehatan dan usia seorang manusia. (*Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *