Yudio Buktikan Manfaat Nyata Yoga Selama 33 Tahun

Tri Wahyudiono atau yang akrab disapa Yudio bisa dikatakan salah satu guru yoga senior di Indonesia. Berlatih dengan tujuan mendapatkan kesehatan secara holistik (baik fisik dan nonfisik), beliau telah mengenal yoga di sebuah pusat kebugaran di Hotel Indonesia pada awal tahun 1984. Selama kurang lebih tiga tahun, ia tekun berlatih di sana.

Manfaat kesehatan yang ia mulai rasakan begitu mencoba yoga memang lengkap dan menyeluruh. “Tubuh/ fisik dan pikiran saya menjadi sehat,” terangnya pada YogaGembira.com secara virtual.

Baru kemudian, tahun 1987 ia memberanikan diri untuk menularkan ilmu yoga pada orang lain.  “Saya mulai mengajar ke rumah-rumah dan studio serta fitness clubs/ centers. Waktu itu kelasnya bernama ‘Stretch and Relax’. Karena kelas yoga belum banyak diminati orang,” tutur Yudio mengenang awal perjalanannya sebagai pengajar yoga saat yoga masih sangat asing di telinga masyarakat awam. Di awal kariernya sebagai pengajar, layaknya yang lain, ia juga sesekali gugup sampai lupa gerakan yang akan diajarkan. Saat ini waktu Yudio banyak tercurahkan untuk mengajar di rumah-rumah dan kelas privat serta Kelapa Gading Club, Jakarta Utara.

Dalam perjalanannya sebagai pengajar yoga, beliau memilih untuk berpikir positif tatkala ada orang yang menampik berlatih yoga karena alasan bisa merusak kepercayaannya. Pengajar juga harus bisa menjelaskan dengan baik dan benar dari sisi keilmuan bidang olahraga dan yoga, tegasnya.

Yudio memiliki guru yang ia anggap inspiratif karena sebuah alasan khusus. Ia mengakui semua guru yoga yang ia ikuti baik namun satu yang paling mencuri perhatiannya sebagai murid kala itu ialah Chogyal Namxhai dari Tibetan Yoga. “Karena kegiatannya terstruktur dengan baik,” ucapnya. Sementara itu, menurutnya seorang guru yoga yang baik mestinya memiliki pemahaman mendalam mengenai kelas yoga yang diberikan.

Bagi Anda yang ingin belajar yoga yang bersifat nonkontemporer, Anda mungkin akan menyukai kelas Yudio. Beliau memiliki gaya mengajar disiplin dan serius. “Harus sesuai aturan dan tradisi latihan yoga seperti Patanjali kalau dilakukan dengan benar akan menemukan dan mendapatkan hasil yang sempurna,” ujarnya menerangkan alasan di balik itu.

Terkait jenis yoga yang ia paling sukai, Yudio menjawab semuanya bagus, apabila aspek fisik dan nonfisik diperhatikan dalam latihan yoga. Secara spesifik, Yudio yang gemar fotografi dan melancong serta panjat tebing ini menyebut bahwa Yantra Yoga paling menarik baginya sebab di dalamnya murid diajari untuk menghimpun energi alam semesta untuk menjadi sehat dan sempurna.

Selama beberapa dekade beryoga, Yudio memiliki ketertarikan tinggi pada aspek nonfisik dalam yoga. Ia menyebut hal yang paling ia minati ialah pengasahan kemampuan untuk dapat merasakan energi kehidupan atau energi alam semesta dengan penuh kedamaian.

Banyak manfaat yang ia sudah rasakan dari yoga dalam 33 tahun berlatih. “VO2 max [kapasitas maksimal paru-paru] meningkat sehingga pemulihan dari kelelahan lebih cepat. Otot tubuh saya menjadi lebih lentur dan tidak mudah cedera. Jantung dan paru-paru juga menjadi lebih kuat. Saya lebih disiplin, tenang dan sabar dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya panjang lebar soal faedah berlatih yoga secara rutin.

Dari mulut seorang pengajar yoga yang memiliki pengalaman sebanyak Yudio, kita mungkin menduga bahwa bila ditanya frekuensi berlatih, ia akan menjawab setiap hari atau setiap saat. Namun, alih-alih menjawab demikian, Yudio menjawab bahwa dirinya berlatih “sesuai dengan waktu dan kebutuhan”. Jadi alih-alih didikte oleh rutinitasnya beryoga, ia mendahulukan apa yang dirasakan tubuh dan pikirannya. Ini mungkin berbeda dari kita yang masih pemula sehingga harus mesti banyak berlatih bahkan jika bisa membiasakan dan meluangkan waktu saban hari.

Yudio yang sering bercengkerama dengan hewan-hewan peliharaannya ini memberikan pandangannya mengenai latihan asana. Ia mengaku tidak menyarankan sejumlah asana “yang memiliki gerakan antagonis karena akan membuat mudah mengalami cedera di kemudian hari”.

Bagaimana pria yang juga menyukai hiking dan bertualang ini mengintegrasikan yoga ke dalam kehidupan sehari-harinya? Ia menjawab sederhana:”Dengan memberikan energi positif dalam hal apapun itu, di alam semesta dengan penuh damai dan berterima kasih dengan Alam.”

Marakkan kelas Yudio “Kripalu Yoga akhir pekan ini tanggal 4 Maret 2018 pukul 7 pagi di Taman Suropati. (*/Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *