Yumeiho untuk Membetulkan Tulang Pinggul, Tulang Belakang dan Persendian

Kelas Yumeiho3Siang yang terik tidak membatasi keriuhan dan ketertarikan para peserta kelas-kelas yoga di Festival Yoga Gembira 2016. Tepat jam 13.30 WIB di panggung utama digelar kelas Yumeiho yang dipandu oleh Mas Urip Herdiman kambali. Mas Urip adalah tercatat sebagai terapis shiatsu dan terapis yumeiho.

 

Jika menilik sejarah, maka Yumeiho merupakan terapi yang dikembangkan oleh pemuda Jepang bernama Suichi Ohno yang tertarik dengan seni beladiri kungfu di kuil Shaolin, Tiongkok pada masa Perang Dunia II. Selain kungfu, ia juga memperdalam terapi relokada yang merupakana bagan dari seni beladiri Shaolin. Setelah kembali ke jepang, Ohno menggabungkan terapi yang dipelajarinya di Tiongkok dengan terapi-terapi asli Jepang, dengan penekanan pada terapi tekan pijat yang pembetulan tulang pinggul dan menggabungkan dengan terapi relokada.

 

Murid Ohno, Masayuki Saionji yang sangat berbakat, menyusun ulang secara sistematis ajaran dari gurunya. Ia pun menanamkannya sebagai ‘terapi yumeiho’ berdasarkan terapi Tionghoa Zheng Ti Fa, yang artinya ‘terapi yang menyeluruh’. Saionji kemudian berhasil mengembangkan terapi Yumeiho ke luar Jepang. Perkembangan Terapi Yumeiho parallel dengan aktivitasnya sebagai penggiat bahasa Esperanto.

 

Di Indonesia sendiri, terapi ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 2004 di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor. Sejak itu, terapi ini dikenal luas oleh masyarakat. Perkembangan ini diikuti dengan terbitnya buku ‘Terapi Yumeiho, Terapi Pijat-Urut Pembetulan Tulang Pinggul’ terbitan Pustaka Pelajar, sebuah penerbit di Jogja tahun 2006.

 

Nah lantas apa yang membedakan Yumeiho ini? Sejak awal sudah ditekankan bahwa tekni ini adalah tekni pijat, tekan dan urut dan memusatkan pada bagian punggung dan pinggul. Ada sekitar 25 gerakan yang mana ketika dilakukan tiap gerakan dilakukan sebanyak 3 kali dan dalam hitungan 1-10. Mas Urip mempraktekkan beberapa gerakan kepada peserta dan mereka diajak berpraktek sendiri. Yumeiho dilakukan secara berpasang-basangan. Pasien atau objek terapi diminta untuk berbaring sedang terapisnya akan berdiri. Gerakan pertama misalnya terapis akan meminta pasien untuk mengangkat kedua kakinya ke langit secara tegak lurus 90 derajat. Terapis lantas akan menekan kaki tersebut sampai punggung pasien benar-benar tegak lurus.

 

Mas Urip sendiri mengatakan bahwa terapi ini memang digunakan untuk membetulkan tulang punggung, pinggul dan persendian misalnya masalah bungkuk. Namun perlu dilakukan latihan secara rutin. Selain itu, yumeiho ini tergolong aman dilakukan oleh siapa saja sepanjang dengan terapis yang tepat. Manfaat yang didapat pasien antara lain melenturkan otot,

 

Salah satu peserta yang bernama Din mengatakan bahwa apa yang dipelajari selama kelas hamper sama dengan teknik Kiro yang selama ini dia pelajari. Dengan demikian dia tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti apa yang dikatakan oleh Mas Urip.

 

Terapi yumeiho memang dapat memberikan manfaat dan akan memberikan hasil jika dilakukan secara teratur dan terprogram. Bagi yang ingin mendalami lebih lanjut tentang yumeiho, silahkan untuk kontak Mas Urip di nomor berikut ini: 0812 8191 0157. (*Johar/ Photo credit: Johar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *