Zeenea Latifa: Jangan Yoga Cuma Buat Instagram

Keseimbangan hidup. Demikian kata Zeenea Latifa atau yang lebih akrab disapa Zee saat ditanya mengenai tujuan paling pentingnya dalam belajar dan berlatih yoga, selain agar badannya terasa lebih enak dalam beraktivitas. Inilah yang kemudian mendasari upayanya untuk memperkaya pengetahuan mengenai seni olah raga dan rasa dari India ini.

Ia pun mencari literatur yang bisa memuaskan ‘dahaganya’ soal yoga. Beruntung, ia menemukan sebuah buku yang ditulis oleh praktisi dan guru Ashtanga Vinyasa Yoga kenamaan dari Barat, David Swenson.

Tidak cukup dengan membaca buku, Zee – begitu sapaan akrabnya – mencari guru di se kitarnya. Yang terdekat dan ia bisa temukan untuk belajar secara langsung yakni Dini Maharani (yang kala itu masih bermukim di tanah air). Baru kemudian ia belajar dari David Swenson dan Mark Robberds.

Zee kemudian menimba ilmu dengan menjadi salah satu peserta pelatihan mengajar yoga bersama Dini Maharani (200 jam). “Baru-baru ini saya juga mengikuti teacher training bersama Carmen Aguilera selama 3 hari. Selebihnya banyak workshop yang saya ikuti.”

Di mana Zeenea mengamalkan ilmunya itu? Anda bisa menemukannya sibuk mengajar di Asmaradana Sanctuary setiap Selasa pukul 8 pagi, di Yoga42 Arcadia Senayan setiap hari Minggu pukul 10 pagi dan di SIKU Studio setiap hari jumat jam 9 pagi.

Menurut penggemar aktivitas membaca buku, memasak dan renang ini, pengajar yoga sebaiknya “tidak banyak rules di (kelas) yoga, tapi tahu bagaimana harus melakukan adjustment, selalu memberi kiat atau teknik seputar yoga, dan juga selalu memberikan semangat ke murid-murid untuk yoga.”

Zee merasa terpesona dengan Ashtanga dan Vinyasa Yoga. “Kenapa? Karena Ashtanga  Yoga membangun semua yang ada di badan dari mulai teknik bernapas (breathing technique), alignment, body posture, asanas, adjustment, dan sebagainya. Dan kalau dalam Vinyasa, lebih banyak pose yoga dan saya suka flow juga transisi,” cetus Ashtangi yang mengaku melakukan latihan Mysore (berlatih Ashtanga Yoga sendiri di rumah atau studio) saban hari ini pada YogaGembira.com.

Tekadnya untuk konsisten berlatih tecermin dalam jawabannya saat ditanya postur yoga yang ia sukai dan kurang sukai. “Bingung kalau disuruh menjawab pertanyaan ini, karena saya suka semua pose. Buat saya semuanya menantang (challenging). Dan saya tidak tahu pose yang tidak saya sukai, karena mau tidak mau harus tetap latihan kan?”

Mengaku sebagai orang yang mudah mengalami demam panggung, tidak mudah bagi Zee untuk membiasakan diri mengajar di depan orang banyak. Maka dari itu, ia rela menghabiskan waktu berlatih mengajar di depan teman-temannya. “Saya bikin kelas gratis buat teman-teman saya. Buat tes kepercayaan diri saya,” kenangnya.

Zee menggambarkan dirinya sebagai pengajar yoga yang condong pada jenis Power Vinyasa. “Fun but focused. Membangun kekuatan, kelenturan, dan semua aspek.  Dynamic flow dengan transisi diikuti dengan relaksasi pijatan selama savasana”, terangnya panjang lebar.

Menyaksikan perkembangan yoga di tanah air beberapa tahun terakhir terutama setelah maraknya penggunaan media sosial, Zee memiliki pandangannya sendiri. “Bagus banget, banyak sekali yang yoga sekarang. Entah sudah bertahun-tahun atau yang baru mulai. Senang melihatnya. Semoga (semua) tetap bisa berkomitmen untuk yoga. Jangan cuma pengen ambil pose yoga, terus foto, masuk Instagram.” (*/ Akhlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *